Breaking News:

Puluhan Karyawan Universitas Jabal Ghafur Sigli Kena PHK, Ini Kata Rektor

Puluhan karyawan Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, Pidie diputuskan hubungan kerja (PHK) secara berangsur-angsur.

Penulis: Nur Nihayati | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Asisten II Setdakab Pidie, Drs H Maddan Marhaban MSi (kanan) bersama Rektor Unigha, Drs H Sulaiman Usman MPd (tengah) dan Wartawan Tempo Reza Maulana menabuh rapai sebagai tanda dimulainya kegiatan Tempo Goes To Campus, Kamis (3/5/2018) di gedung Leuguna Unigha. 

Laporan  Nur Nihayati | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Puluhan karyawan Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, Pidie diputuskan hubungan kerja (PHK) secara berangsur-angsur.

Sehingga mereka kehilangan pendapatan. PHK itu terhitung sejak 1 Januari 2019 diberitahukan secara lisan oleh pihak rektorat.

Rektor Unigha Sigli, Sulaiman MPd kepada Serambinews, Rabu (30/1/2019) mengatakan membenarkan informasi itu.

"Bukan pecat, tapi tidak diperpanjang SK," kata Sulaiman.

Rektor Unigha membenarkan informasi ini karena alasan tak sanggup membayar gaji. Kondisi keuangan Unigha sedang kurang nyaman.

Di bagian Rektor Unigha mengatakan, memang semua karyawan berakhir SK dari Rektor pada 31 Desember 2018.

Baca: 21 Perusahaan Hengkang dari Karawang, Jawa Barat, PHK Capai 22.000 Pekerja

Baca: Tujuh Dekan Fakultas Unigha Sigli Dilantik, Ini Pesan Rektor

Baca: Dosen Unigha Sigli Ditemukan Meninggal dalam Pesawat Garuda Saat Menuju Jakarta

Oleh Pengurus Yayasan meminta kepada Rektor, jangan diperpanjang dulu SK sebelum ada arahan kebijakan dan pertimbangan dari Yayasan.

Menurutnya karyawan terlalu banyak, sedangkan mahasiswa semakin berkurang, maka dana masuk semakin berkurang.

Sehingga tidak sanggup membayar honorarium karyawan ke depan nanti.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved