Sebuah Masjid di Filipina Diserang Granat, 2 Orang Meninggal Dunia dan 4 Luka-luka

Kepolisian Zamboangan mengidentifikasi dua korban tewas serangan granat di masjid sebaga Habil Rex (46) dan Bato Sattal (47).

Sebuah Masjid di Filipina Diserang Granat, 2 Orang Meninggal Dunia dan 4 Luka-luka
Kompas.com
Ilustrasi granat tangan. 

SERAMBINEWS.COM, MANILA - Serangan granat di sebuah masjid di Filipina menewaskan dua orang dan sedikitnya empat orang mengalami luka-luka pada Rabu (30/1/2019) dini hari.

Melansir dari Straits Times, insiden di kota Zamboangan itu terjadi selang tiga hari setelah dua ledakan mengguncang katedral di pulau Jolo, Filipina, dengan 20 orang tewas.

Kepolisian Zamboangan mengidentifikasi dua korban tewas serangan granat di masjid sebaga Habil Rex (46) dan Bato Sattal (47).

Keduanya merupakan jemaah masjid.

Pelaku sebelumnya mematikan lampu jalan di dekat masjid, lalu melemparkan granat ke temat ibadah yang terletak di distrik Talon.

Saat peristiwa terjadi, ada sekitar 10 orang sedang tidur, tepat lewat tengah malam.

Penyidik menyatakan, tuas pengaman granat buatan Belgia ditemukan di tempat kejadian.

Masjid itu diketahui milik seorang pensiunan polisi.

Dalam sebuah pernyataan, Dewan Ulama Semenanjung Zamboanga mengecam serangan itu dehngan menyebutnya sebagai tindakann jahat, tidak rasional, dan tidak manusiawi.

Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin mengatakan, butuh langkah paling ekstrem untuk mengakhiri serangan yang menargetkan rumah ibadah.

Halaman
12
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved