Polisi Amankan Tiga Warga

Polres Aceh Timur berhasil menangkap warga, dua di antaranya pelaku perampasan sepeda motor (sepmor) milik Nurmawati

Polisi Amankan Tiga Warga
ist
Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro. 

* Kasus Merampas Sepmor IRT

IDI – Polres Aceh Timur berhasil menangkap warga, dua di antaranya pelaku perampasan sepeda motor (sepmor) milik Nurmawati (59), warga Gampong Matang Bungong, Kecamatan Idi Timur. Insiden naas itu terjadi saat korban akan melaksanakan shalat Subuh di masjid Julok pada Minggu (27/1) sekitar pukul 04.20 WIB.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro didampingi Wakapolres Kompol Warosidi, dan Kasat Reskrim AKP Erwin Satrio Wilogo mengatakan tiga tersangka telah diamankan. Dikatakan, dua diantaranya pelaku perampokan yaitu AN dan ZAI, sedangkan seorang lagi ZAK sebagai penadah sepeda motor yang dirampok.

Kapolres mengatakan, AN dan ZAI warga Gampong Tanoh Anou, Kecamatan Idi Rayeuk, telah mengikuti korban menggunakan sepeda motor Honda Vario, dari Kecamatan Idi Rayeuk. Disebutkan, saat tiba di Gampong Meunasah Teungoh, Kecamatan Nurussalam (Bagok) korban ditendang hingga terjatuh.

“Setelah korban terjatuh, lalu AN dan ZAI kembali lagi dan mengambil sepeda motor Honda Scoopy, dan uang Rp 4 juta milik korban secara paksa,” jelas Kapolres. Dia menjelaskan pasca kejadian itu, Polres Aceh Timur, membentuk tim gabungan untuk mengungkap pelaku perampokan.

Tak butuh waktu lama, pada Rabu (30/1) pukul 03.00 WIB, tim gabungan berhasil menangkap ZAK sebagai penadah sepeda motor curian dari hasil rampokan AN dan ZAI. Bahkan, dari penadah ini, polisi juga berhasil menyita narkoba dan setelahnya, polisi melakukan pengembangan dan akhirnya berhasil menangkap kedua perampok.

“Motif kedua pelaku ini melakukan perampokan karena kecanduan narkoba jenis sabu-sabu, karena uang rampasan Rp 4 juta digunakan untuk beli sabu-sabu,” jelas Wahyu Kuncoro. Disebutkan, dari para pelaku disita barang bukti berupa satu unit Honda Scoopy milik korban, satu unit sepeda motor Honda Vario milik pelaku, tiga paket sabu-sabu ukuran kecil dan satu ganja bersama empat unit handphone.

“Ketiga pelaku diancam dengan Pasal 365 KUHP, 480 KUHP, dan Pasal 112 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancama penjara paling rendah 4 tahun, dan paling lama 12 tahun,” jelas Wahyu. Berdasarkan kejadian ini, Kapolres mengimbau kaum ibu agar tidak pergi sendirian pada malam hari dengan membawa uang atau perhiasan.

Begitu juga saat akan mengikuti jamaah Safari Subuh, panitia harus mempersiapkan bus untuk para jamaah di pendopo Idi. Dia berharap para jamaah memanfaatkan bus ini untuk pergi mengikuti safari Subuh dalam wilayah Aceh Timur.

Pada kesempatan lain, Kapolres Wahyu Kuncoro menegaskan polisi dengan wartawan saling membutuhkan untuk mensukseskan berbagai program pemerintah seperti Pemilu 201), menjaga keamanan dan kondusivitas daerah.

Hal itu disampaikan Kapolres Aceh Timur, AKBP Wahyu Kuncoro, didampingi Kapolsek Idi Rayeuk, AKP Fadli, dan sejumlah staf Polres lainnya saat silaturahmi dengan wartawan Aceh Timur di Bejee Kopi, Idi Rayeuk, Selasa (29/1) malam.

“Menjelang pemilu 2019, perlu sinergitas antara Polri dengan wartawan dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujar Wahyu Kuncoro. “Tanpa media kinerja Polri juga tidak terlihat, begitu juga media tanpa Polri susah mencari berita. Kita satu kesatuan, dan saling membutuhkan,” kata Kapolres lagi.

Dalam rangka mensukseskan pemilu 2019, dia meminta dukungan media dengan mewujudkan berita yang sejuk. Dia mencontohkan, media harus menghindari berita, hoaks, fitnah, dan sara, agar masyarakat tidak mudah terprovokasi. “Kita mitra, dan rekan kerja. Jangan saling mengedepankan ego sektoral, karena tujuan kita sama, menjaga keamanan yag kondusif,” jelas Kapolres.(c49)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved