Jaksa Kembali Tahan Tersangka Kasus Pungli di Disdik Aceh Barat

Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat, Rabu (30/1) sore, kembali menahan empat dari lima tersangka kasus dugaan pungutan liar

Jaksa Kembali Tahan Tersangka Kasus Pungli di Disdik Aceh Barat
IST
AHMAD SAHRUDDIN, Kajari Aceh Barat

MEULABOH - Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat, Rabu (30/1) sore, kembali menahan empat dari lima tersangka kasus dugaan pungutan liar (pungli) Dana Alokasi Khusus (DAK) di Dinas Pendidikan (Disdik) setempat. Langkah itu dilakukan setelah berkas bersama tersangka kasus tersebut dilimpahkan Polres Aceh Barat ke jaksa. Informasi yang diperoleh Serambi, kemarin, penyerahan tersangka yang terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Agustus 2018 dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P-21) oleh Kejari Aceh Barat.

Keempat yang ditahan kembali tersebut adalah RS (33), tenaga honorer di Disdik Aceh Barat, MB (40), rekanan, ZL (49), Kepala SD Ranto Panjang II, dan AL (38), Kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Aceh Barat. Sementara satu tersangka lain yakni MN (47), Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Kasi Sarpras) Disdik Aceh Barat dilaporkan sudah meninggal dunia baru-baru ini di Meulaboh.

Kelima tersangka itu pernah ditahan di sel Polres sejak ditangkap dalam OTT dan berlanjut ke penahanan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIB Meulaboh. Namun, karena masa penahanan selama penyidikan polisi berakhir, mereka harus dikeluarkan dari LP meski proses hukum kasus itu tetap berlanjut.

Setelah perkara dilimpahkan penyidik Polres ke jaksa pada Rabu (30/1) siang, keempat tersangka langsung digiring kembali ke LP Meulaboh untuk ditahan. “Benar, tersangka kasus dugaan pungli yang diserahkan Polres sudah kami terima,” kata Kajari Aceh Barat, Ahmad Sahruddin SH MH, kepada Serambi, kemarin.

Kajari menyebutkan, keempat tersangka sudah dititip ke LP Meulaboh untuk ditahan selama 20 hari ke depan. Sedangkan satu tersangka lagi dinyatakan gugur perkaranya karena sudah meninggal dunia. “Hanya empat orang saja yang dilanjutkan proses hukumnya,” kata Ahmad Sahruddin didampingi Kasi Pidsus, Fahrol Rozi SH.

Secara terpisah, Kapolres Aceh Barat, AKBP Raden Bobby Aria Prakasa SIK, kemarin, mengatakan, pihaknya sudah melimpahkan tersangka dan barang bukti (BB) kasus dugaan pungli dana DAK 2018 ke jaksa setelah kasus tersebut dinyatakan lengkap.

Kajari Aceh Barat, Ahmad Sahruddin MH, menambahkan, tim jaksa kini sedang menyiapkan surat dakwaan terhadap keempat tersangka guna diteruskan ke Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh untuk menjalani sidang. “Keempat tersangka akan kita bawa ke Banda Aceh setelah ada jadwal sidang dari PN Tipikor Banda Aceh,” ungkap Ahmad Sahruddin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Aceh Barat menetapkan seorang pejabat Disdik Aceh Barat bersama seorang kepala sekolah, seorang kepala SKB, seorang tenaga honorer, dan seorang rekanan sebagai tersangka dalam OTT kasus dugaan pungli di dinas tersebut. Kelimanya dibekuk Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Aceh Barat pada Senin (20/8/2018) sore. Tim juga menyita uang dari tangan tersangka sebesar Rp 157,6 juta.

Pejabat dari DisdikAceh Barat itu ditangkap setelah polisi mendapat laporan tentang adanya praktik pungli dan tindak pidana korupsi proyek DAK tahun 2018 yang bersumber dari Pemerintah Pusat untuk pengadaan barang-barang pada 21 sekolah di kabupaten itu. Polisi berhasil membekuk pelaku ketika sedang melakukan transaksi penyerahan uang dalam mushalla sebuah bank di Meulaboh.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved