Patuhnya Napi Sinabang di Balik Tembok Pagar Seng

ANDA pernah berkunjung ke Cabang Rutan Sinabang, Kabupaten Simeulue? Jangan bayangkan cabang rumah tahanan

Patuhnya Napi Sinabang di Balik Tembok Pagar Seng
IST
KONDISI di bagian luar Cabang Rutan Sinabang, Kabupaten Simeulue. Foto direkam baru-baru ini. 

ANDA pernah berkunjung ke Cabang Rutan Sinabang, Kabupaten Simeulue? Jangan bayangkan cabang rumah tahanan negara (rutan) ini seperti lembaga pemasyarakatan (LP) umumnya di Indonesia, termasuk di Aceh yang bertembok beton tinggi dan dilengkapi kawat berduri. Alih-alih demikian, cabang rutan yang saat ini dihuni 79 warga binaan--dua di antaranya perempuan--ini hanya bertembok pagar terbuat dari seng, sedangkan kamar para napi berdinding papan. Jumlah warga binaan itu pun sudah berlebih 24 orang karena kapasitasnya hanya untuk 55 orang.

“Setiap bilik (kamar) standarnya enam orang, tapi karena sudah over maka diisi sembilan sampai sepuluh orang per bilik,” ungkap Kepala Cabang Rutan Sinabang, Suparman SH, menjawab Serambi, Kamis (31/1).

Terkait kondisi yang hanya berdinding papan dan bertembok seng itu, diakui Suparman, sudah berlangsung sejak pascatsunami 2004. Tapi uniknya, tidak pernah dimanfaatkan para napi untuk membobolnya, kemudian kabur.

Bahkan, kata Suparman, selama ia menjabat, pernah tembok pagar cabang rutan itu roboh diterpa angin kencang. Pasalnya, tiang kayu penyangga sudah lapuk. Tetapi, tak seorang pun napi berupaya kabur. Mereka malah bergotong royong membangun tembok baru. “Bisa dicek sendiri bagaimana kita memperlakukan warga binaan. Semua menyatu seperti keluarga,” katanya.

Suparman memperkirakan karena perlakuan petugas seperti itu pula sehingga para napi berbagai kasus yang dikurung di sini tak berupaya kabur. Umumnya mereka warga Simeulue. Begitulah patuhnya para napi itu di balik tembok berpagar seng yang sebetulnya sangat mudah mereka bobol. Ada juga sebagian orang menilai, para warga binaan itu sengaja tak berupaya kabur karena Simeulue merupakan daerah kepulauan. Kalaupun berhasil kabur dari rutan, mau lari ke mana mereka? Pulau itu dikelilingi lautan luas.

Di sisi lain, Suparman sangat berharap cabang rutan baru di Suak Buluh yang belum sepenuhnya rampung dibangun BRR NAD-Nias setelah tsunami 2004 agar dirampungkan atau direhab kembali, sehingga para napi bisa dipindahkan ke cabang rutan baru itu yang luas lahannya 4,5 hektare.

“Banyak hal yang bisa dilakukan untuk warga binaan, jika cabang rutan baru sudah bisa dihuni. Mereka bisa dibekali kursus sesuai keahlian masing-masing. Kalau di cabang rutan saat ini tidak ada tempat lagi untuk berbagai pelatihan,” jelasnya.

Sedangkan kepada Pemkab Simeulue, Suparman mengucapkan terima kasih karena sudah membangun jalan ke lokasi rutan baru di Suak Buluh tersebut.

Dilapor ke pusat
Sehari sebelumnya, kondisi Cabang Rutan Sinabang yang hanya berdinding papan dan bertembok pagar seng itu dilaporkan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Aceh, Drs Meurah Budiman MH, saat telekonferen di Hotel Grand Syariah, Banda Aceh, antara Kakanwil Kemenkumham Aceh, Agus Toyib BcIP MH, dengan Sekjen Kemenkumham RI, Bambang Rantam Sariwanto di Cirebon.

Meurah yang mendapat kesempatan berbicara melapor kepada Bambang tentang kondisi Cabang Rutan Sinabang, sekaligus mengingatkan sudah tiga tahun berturut diusul anggaran ke pusat, namun hingga kini belum diplot untuk rehabilitasi Cabang Rutan Sinabang bantuan BRR NAD-Nias di Suak Buluh, sebagai pengganti cabang rutan yang tak layak selama ini.

Menurutnya, bangunan bantuan BRR di Suak Buluh sudah berdiri sekitar tahun 2005 atau 2006, namun hingga kini belum bisa dimanfaatkan karena belum rampung sepenuhnya. Tembok pagar betonnya masih hanya ber-letter L dan pintu sel belum dipasang, di samping sudah timbul berbagai kerusakan lain karena selama ini bangunan terbengkalai.

Menanggapi hal itu, Bambang meminta maaf. Ia mengungkapkan sebetulnya sudah hampir tersedia dana dalam APBN 2019, namun karena gempa dan tsunami di Palu 2018, juga ikut merusak fasilitas jajaran Kemenkumham di sana, maka dana itu mendesak dialihkan ke sana.

Oleh karena itu, Bambang berjanji akan memprioritaskan penyediaan dana untuk rehab Cabang Rutan Sinabang bantuan BRR NAD-Nias itu dalam APBN Perubahan 2019. Jika tidak tersedia juga maka akan diproritaskan dalam APBN 2020. Semoga bukan hanya janji. (sari mulyasno/mursal ismail)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved