Breaking News:

Sejarah Penyebutan Istilah 'Imlek', Ternyata Hanya Ada di Indonesia

Tercatat, sejak era kepemimpinan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Imlek selalu dirayakan dengan semarak oleh mayoritas

Editor: Fatimah
instagram @joeluluk
Nampak lampion sudah terpasang di kawasan Pasar Gede-Solo yang menjadi pusat perayaan Imlek 2018 di Kota Solo. 

SERAMBINEWS.COM - Tahun Baru Imlek akan datang tak sampai seminggu lagi.

Tercatat, sejak era kepemimpinan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Imlek selalu dirayakan dengan semarak oleh mayoritas kalangan Tionghoa di Indonesia.

Lantas, mengapa perayaan ini disebut “ imlek”? Kepala Kajian dan Riset Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (Aspertina) Aji Bromokusumo menyebut, sebutan “imlek” lahir melalui proses serapan penduduk Nusantara terhadap istilah Hokkian, “yin li”.

Baca: Ini Dia Piramida Makanan Baru untuk Hidup yang Lebih Sehat

 
Imlek berasal dari kata yin li, artinya lunar calendar. Jadi tahun baru China itu sama dengan tahun baru Islam karena dihitung berdasarkan peredaran bulan,” ucap Aji kepada KompasTravel di Restoran Lei Lo, bilangan Senopati pada Kamis (31/1/2019).

Usut-punya usut, sebutan “imlek” ternyata hanya bisa ditemui di Indonesia.

Bahkan, di China sendiri, istilah untuk perayaan ini disebut sebagai “chunjie” yang secara bebas dapat diterjemahkan sebagai festival menyambut musim semi.

“Kalau di Indonesia disebut demikian jadi aneh, karena Indonesia tidak punya musim semi,” tambahnya.

Di samping itu, beberapa kalangan keturunan Tionghoa di Indonesia pun kerap menyebut Tahun Baru Imlek sebagai “sincia”.

Baca: Pengering Tangan Ternyata Bisa Tularkan Bakteri hingga Virus Penyebab Sakit

Penyebutan tersebut sama-sama diserap dari dialek Hokkian untuk menyebut “xin zheng” yang dibaca “sin ceng”.

Di tempat terpisah, masih menurut Aji, istilah “xin zheng” merupakan singkatan dari istilah “xin zheng yue” yang berarti “bulan pertama yang baru”.

Istilah “zheng yue” sendiri, yang berarti “bulan pertama”, jika diucapkan dalam dialek Hokkian akan berbunyi “cia gwe”.

Maka, penyebutan “sincia” merupakan pelafalan ringkas alias kependekan dari istilah-istilah tadi.

Baca: Bukan Mitos, Coba Letakkan Irisan Bawang Merah di Setiap Sudut Ruangan, Ini Manfaatnya

Artikel ini telah tayang di Tribuntravel.com dengan judul Istilah 'Imlek' Ternyata Hanya Ada di Indonesia, Begini Sejarahnya

Editor: Arif Setyabudi Santoso

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved