Cemari Lingkungan, Operasional PMKS Diminta Dihentikan

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya dan Pemerintah Aceh

Cemari Lingkungan, Operasional PMKS Diminta Dihentikan
Seorang petani memperlihatkan bekas limbah yang mencemari ratusan hektare lahan kebun sawit milik masyarakat di kawasan Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, Senin (13/6) siang. Penyebab kejadian ini diduga kuat akibat pembuangan limbah kelapa sawit secara sembarangan oleh pihak perusahaan perkebunan. 

SUKA MAKMUE - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nagan Raya dan Pemerintah Aceh untuk menghentikan sementara aktivitas operasional Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) milik salah satu perusahan yang telah terbukti melakukan pencemaran limbah kelapa sawit di Krueng Alue Geutah, Kecamatan Darul Makmur.

Terungkapnya pencemaran limbah kelapa sawit di Krueng Alue Geutah di Desa Alue Bateung Brok itu setelah pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nagan Raya melakukan pemeriksaan terhadap sampel air ke Baristand Banda Aceh. “Jika pihak perusahaan sudah terbukti melakukan pencemaran, maka kita minta Pemerinta Nagan Raya agar menghentikan sementara operasional PMKS dan segera disegel supaya jangan ada dulu aktivitas sebelum pihak terkait bertanggung jawab,” kata Hamdani, Koordinator YARA Pantai Barat Selatan kepada Serambi, Kamis (31/1).

Ia menjelaskan, untuk perusahaan yang terbukti melakukan pencemaran limbah dari PMKS mereka, tidak hanya cukup diberikan sanksi administrasi saja, akan tetapi juga harus mempertimbangkan tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat sekitar, terutama yang tinggal di sekitar Krueng Alue Geutah yang tercemar. “Ini harus menjadi pertimbangan pemerintah dalam menyikapi persoalan ini dan sejauhmana pihak perusahaan yang telah mencemari Krueng Alue Geutah tersebut respons terhadap warga di sekitarnya,” ujar Hamdani.

Hal senaga dituturkan anggota DPRK Nagan Raya, Ibrahim Idham. Menurut Ibharim, Pemkab Nagan Raya harus segera menindaklanjuti hasil temuan yang membuktikan bahwa PMKS telah melakukan pencemaran limbah pabrik kelapa sawit. Apalagi, terangnya, dari sampel air yang diambil pada saat terjadi mati mendadaknya ribuan ikan di Krueng Alue Geutah, sudah jelas terbukti hal itu disebabkan pencemaran.

“Lokasi Krueng Alue Geutah setahu saya tidak ada perusahaan PMKS lain, selain hanya milik PT Socfindo. Pun demikian, silakan diselidiki lebih lanjut mungkin ada pihak lain yang terlibat. Kita berharap, persoalan itu segera ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tukas Ibrahim Idham.

Dia membeberkan, matinya ribuan ikan di Krueng Alue Geutah terjadi hampir setiap tahun yang diduga kuat akibat pembuangan limbah kelapa sawit milik salah satu perusahaan PMKS di daerah itu ke sungai. Sehingga, ulasnya, persoalan itu tidak boleh dibiarkan terus menerus karena akan makin mencemarkan lingkungan yang masuk kawasan permukiman penduduk tersebut.(c45)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved