Petani Keluhkan Serangan Burung Pipit

Petani di kawasan Desa Padang Rubek, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya mengeluhkan hama burung pipit

Petani Keluhkan Serangan Burung Pipit
Para petani di Desa Paya Lumpat, Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, mengutip burung pipit yang terjaring. SERAMBI/MISBAHUDDIN 

SUKA MAKMUE - Petani di kawasan Desa Padang Rubek, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya mengeluhkan hama burung pipit yang menyerang tanaman padi mereka. Munculnya hama burung tersebut menyebabkan hasil panen para petani menurun.

Untuk mengatasi serangan hama tersebut, para petani membutuhkan jaring untuk dibentangkan di atas hamparan tanaman padi yang saat mulai tumbuh bulirnnya. “Jika jika tidak ada jaring, maka kami sangat kewalahan untuk mengatasi hama burung yang hinggap di padi, sehingga akan menyebabkan hasil panen menurun,” kata Samsuardi (50), petani asal Desa Padang Rubek kepada Serambi, Sabtu (2/2).

Ia berharap, Pemkab Nagan Raya agar dapat memberikan bantuan jaring kepada para petani yang berada di wilayah itu guna menjaga tanamannya dari serangan hama burung pipit. Disebutkannya, bila harus membeli sendiri, para petani harus mengeluarkan biaya Rp 30 ribu per set untuk jaring bekas, sedangkan untuk jaring baru harganya mencapai Rp 120 ribu per set. “Sedangkan, setiap petani minimal butuh 12 set jaring untuk dibentangkan di atas permukaan padi. Jadi, cukup besar biaya tambahan yang harus kami keluarkan,” keluhnya.

Selain memasang jaring, papar Samsuardi, para pemilik padi juga setiap harinya harus berada di persawahan untuk menjaga serangan hama burung pipit tersebut. Pasalnya, walau ada jaring pun, terkadang burung-burung tersebut tetap bisa masuk melalui celah yang ada, meski jumlahnya tidak banyak.(c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved