Orangutan di Aceh Susut Hampir 50%

Populasi Orangutan Sumatera (Pongo abelii) di hutan-hutan Aceh telah mengalami penyusutan yang cukup tajam

Orangutan di Aceh Susut Hampir 50%
Dok: BKSDA Aceh
Petugas mengamankan Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang dipelihara warga Gampong Suka Makmur, Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur 

BANDA ACEH - Populasi Orangutan Sumatera (Pongo abelii) di hutan-hutan Aceh telah mengalami penyusutan yang cukup tajam. Salah seorang peneliti orangutan, Ibrahim Ketambe, memperkirakan telah terjadi penyusutan populasi hampir mendekati 50 persen dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

“Terjadi penurunan populasi orangutan sekitar 49 persen, dari 279 individu (ekor) sekitar 20 tahun lalu, menjadi 137 individu,” ungkap pria yang akrab disapa Bang Him ini kepada Serambi, Minggu (3/2).

Perkiraan angka populasi tersebut diketahui berdasarkan survey metode sampling (petak contoh dengan luasan ratusan hingga 1.600 hektare), meliputi metode transect, sensus sarang, dan temuan langsung orangutan di lapangan. Penelitian dilakukan di Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) dan Ulu Masen, serta seluruh cakupan kantung populasi Orangutan Sumatera.

“Rata-rata terjadi penurunan yang sangat signifikan. Tertinggi terjadi di kantung habitat orangutan di Stasiun Penelitian Suaq Balimbing, Rawa Tripa, Stasiun Penelitian Soraya, dan yang paling tragis terjadi Trumon Asal,” ungkap Ibrahim.

Di Stasiun Penelitian Suaq Balimbing Aceh Selatan, populasinya menyusut dari 40 ekor menjadi 20 ekor, Rawa Tripa Nagan Raya dari 30 menjadi 10 ekor, Stasiun Soraiya Aceh Selatan dari 9 menjadi 5 ekor, dan Trumon Asal (Aceh Singkil-Aceh Selatan) dari 15 ekor menyusut hingga tak menyisakan satu ekor pun.

Menurut Ibrahim, penyebab utama merosotnya populasi orangutan di Aceh adalah kerusakan parah kawasan hutan sehingga menyebabkan hilangnya habitat Orangutan Sumatera. Di samping itu, pengamanan kawasan dan perlindungan satwa liar di kawasan hutan Aceh oleh otoritas satwa liar Indonesia juga masih sangat kurang. Ia khawatir, dalam 20 tahun ke depan, orangutan akan punah dari Aceh.

“Apa utang manusia terhadap Orangutan Sumatera sehingga hutan tidak disisakan kepada mereka? Apakah salah orangutan menyebarkan benih di hutan Aceh?” tanyanya. Oleh karena itu, ia berharap Pemerintah Aceh, Balai Besar Taman Gunung Leuser (BBTNGL) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alama (BKSDA) Aceh agar memperhatikan kelestarian satwa liar, terkhusus orangutan.

Ibrahim selama 30 tahun terakhir telah melakukan penelitian orangutan Sumatera secara menyeluruh di kawasan hutan Aceh melalui program sejumlah NGO, seperti Unit Management Leuser (UML), Wildlife Conservetion Society (WCS), dan Forum Konservasi Leuser (FKL). Ibrahim juga menjadi tenaga ahli lapangan, baik itu dari universitas luar maupun dalam negeri.(yos)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved