Tersangka Mengaku Emosi Dengar Curhat Jamaliah

Musliadi alias Adi (26), warga Desa Matang Manyam, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, mengaku nekat menghabisi Jazuli bin Ismail

Tersangka Mengaku Emosi Dengar Curhat Jamaliah
net
Ilustrasi

* Kasus Pembunuhan Pedagang Es Campur

LHOKSUKON - Musliadi alias Adi (26), warga Desa Matang Manyam, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara, mengaku nekat menghabisi Jazuli bin Ismail (34), pedagang es campur asal Desa Blang Kulam, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, karena emosi mendengar curahan hati (curhat) Jamaliah terkait hubungannya dengan Jazuli yang tak lain adalah suaminya.

Emosi Adi menggelegak terutama karena ia masih menaruh hati kepada Jamaliah, istri korban. Hal itu diungkapkan Adi kepada Serambi di Mapolres Aceh Utara, Minggu (3/2) kemarin.

Diberitakan sebelumnya, Jazuli ditemukan oleh istrinya tewas bersimbah darah dengan luka gorok di bagian leher, Sabtu (15/9/2018) sekira pukul 02.30 WIB, di tempat tidur dalam kamarnya. Sebelum kejadian itu, Jamaliah mengaku tertidur di kamar lain saat menidurkan anaknya.

Belakangan terungkap pelaku pembunuhan itu dilakukan Musliadi alias Adi atas suruhan Jamaliah (30), warga Desa Blang Kulam, Kecamatan Matangkuli, setelah keduanya menjalin hubungan asmara.

Adi diringkus polisi di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Sumatera Utara, pada Selasa (22/1/2019). Sedangkan Jamaliah ditangkap di Peunayong, Banda Aceh, juga pada hari yang sama.

Adi mengaku sudah lama menjalin hubungan dengan Jamaliah. Bahkan Adi mengaku tak berani menyampaikan perasaannya kepada Jamaliah. “Ya cukup lama, apalagi saya juga sudah lama memendam perasaan terhadap dia,” ungkap Adi.

Kendati hubungan mereka sudah berlangsung lama, tapi hubungan keduanya kandas, karena menurut Adi hubungan mereka belum direstui keluarga untuk melangkah ke jenjang pernikahan.

Setelah Jamaliah menikah, Adi merantau ke Malaysia. “Ya, masih ada ikatan saudara dengan dia (Jamaliah),” ujar Adi kepada Serambi kemarin.

Adi mengaku baru belakangan tahu bahwa usianya dengan Jamaliah selisih empat tahun. Namun, dirinya tidak mempersoalkan hal tersebut. Karena itu, setelah menikah dan punya dua anak, begitu juga dengan Jamaliah punya dua anak, keduanya bertemu lagi pada suatu kegiatan keluarga.

Saat itulah dirinya mulai menjalin hubungan dengan Jamaliah. Bahkan juga mengakui dirinya pernah berhubungan badan dengan Jamaliah sekali. “Kalau bertemu sudah beberapa kali, tapi kalau yang itu hanya sekali. Kami pun bukan lewat facebook. Saya tidak tidak punya facebook dan tidak bisa mengoperasionalkannya,” kata Adi.

Suatu ketika, kata Adi, Jamaliah menceritakan kekasaran suaminya. Lalu Adi terpancing emosi, lalu ia nyatakan akan membunuh korban. Saat itu Jamaliah pun menjawab terserah, sehingga saat itu ia mulai merencanakan pembunuhan tersebut. “Setelah kejadian itu saya hanya pasrah. Saya menyesal, saya akui salah, karena terapancing emosi,” katanya.

Jamaliah belum bersedia memberikan keterangan terkait hubungannya dengan Adi dan kronologis kejadian pembunuhan tersebut. Ia malah langsung menangis saat menyebutkan dua anaknya sekarang justru dirawat mertua dan ibunya. “Apa pun saya sampaikan tidak mengembalikan dan bisa membebaskan saya dari sini, saya hanya pasrah saat ini,” ujar Jamaliah. (jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved