2,2 Miliar Password E-mail Bocor, Begini Cara Mengecek Akun Dicuri atau Tidak

Insiden kebocoran data kembali terjadi. Kali ini sebanyak 2,2 miliar alamat dan password e-mail dicuri dan beredar di dunia maya.

2,2 Miliar Password E-mail Bocor, Begini Cara Mengecek Akun Dicuri atau Tidak
Shutterstock
Ilustrasi email 

SERAMBINEWS.COM - Insiden kebocoran data kembali terjadi. Kali ini sebanyak 2,2 miliar alamat dan password e-mail dicuri dan beredar di dunia maya.

Menjadikannya insiden terparah kedua setelah bocornya akun e-mail Yahoo pada 2013 lalu.

Insiden kali ini merupakan kelanjutan dari kasus "Collection #1" pada pertengahan Januari lalu.

Pada kasus tersebut, data 773 juta alamat e-mail dan password dipastikan bocor.

Insiden kebocoran ratusan juta alamat e-mail yang bocor itu disebut sebagai "Collection #1", sesuai dengan nama root folder yang memuat seluruh data tersebut.

Ternyata selain Collection #1, masih ada root folder lain yakni Collection #2 hingga Collection #5.

Root folder inilah yang kemudian ditemukan peneliti dari di Hasso Plattner Institute.

Mereka melaporkan telah menemukan bahwa 611 juta kredensial dalam folder Collections #2 hingga Collections #5.

Baca: Awas! Satu di antara 280,9 Email Berbahaya

Baca: Atasi Spam di Email

Baca: Untuk Kepentingan Iklan, Google Akui Ada Aplikasi Pihak Ketiga yang Baca Email Pengguna Gmail

Dengan demikian, temuan ini membuat jumlah alamat e-mail dan password yang bocor bertambah signifikan menjadi sekitar 2,19 miliar akun.

Kebocoran data ini merupakan yang terbesar setelah kejadian peretasan Yahoo pada 2013, yang menimpa hampir tiga miliar akun.

Halaman
12
Editor: Yusmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved