Didirikan Mantan Preman, Beginilah Keindahan Pondok Pesantren Berbalur Budaya Tionghoa

Budaya Tiongkok sangat kental di pesantren ini. Terlihat dari bentuk bangunan menyerupai kuil, lengkap dengan segala ornamennya.

TRIBUNNEWS.COM/ILHAM RIAN PRATAMA
Namanya At Taibin, pondok pesantren yang terletak di Kampung Bulak Rata, Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor ini memiliki nuansa yang berbeda dengan pesantren pada umumnya. Ada Masjid bernama Tan Kok Liong yang berada pada area pesantren ini juga memiliki arsitektur yang unik. Dua bangunan ini didirikan Anton Medan. 

Pada 1994 bersama Zainudin MZ, Anton Medan membentuk majelis ta’lim At Taibin, dan kemudian, 1996 baru menjadi yayasan At Taibin.

Kata Chunk, awal pergerakan yayasan tersebut digunakan oleh Anton Medan untuk pembinaan napi dan preman.

Ia juga aktif dakwah ke lembaga pemasyarakatan. Karena ia adalah pembina dari 480 LP di seluruh Indonesia.

Pada dasarnya, pesantren di Cibinong ini merupakan perpanjangan dari pesantren khusus mantan narapidana yang dibangun pada 1996 di Cisarua Bogor, Jawa Barat.

Baca: OPM Klarifikasi Alasan Tembak Mati Tukang Ojek di Warung Kelontong

Seiring perubahan sikap dan mental santri, lama kelamaan jumlah anak didiknya menyusut.

Chunk menjelaskan, pesantren di Cisarua mengembangkan pola kewirausahaan.

Kini santrinya tidak lebih dari 50 orang, jauh menyusut dari masa awal didirikan santrinya mencapai 400 orang.

Penyusutan ini, kata Chunk, disebabkan santri sudah merasa cukup mapan dan siap kembali ke masyarakat dengan modal ilmu agama dan keterampilan berwirausaha.

"Jika jumlah santri menyusut, Pak Anton malah bersyukur. Itu berarti, pola pengajaran di pesantren sudah dilalui dan bekal untuk mereka hidup dan kembali diterima masyarakat sudah cukup," ujar Chunk.

Bidang usaha yang dijalankan antara lain, percetakan, sablon, dan balai latihan kerja.

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved