Kasus Bentrokan Pemuda Subulussalam Didamaikan

Pertikaian dua kelompok pemuda yang berujung pada bentrokan fisik di Kecamatan Rundeng, Kota Subulusalam

SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
KAPOLRES Aceh Singkil AKBP Andrianto Agramuda 

* Polisi: Korbannya Tiga Orang

SUBULUSSALAM - Pertikaian dua kelompok pemuda yang berujung pada bentrokan fisik di Kecamatan Rundeng, Kota Subulusalam, Minggu (3/2) malam, akhirnya berhasil didamaikan, Senin (4/2) dini hari. Perdamaian dua kubu pemuda masing-masing dari Desa Lae Mate dan Belukur Makmur itu dimediasi oleh Kapolsek Rundeng, Ipda Mulyadi di kantornya.

Ekses dari pertikaian tersebut menyebabkan tiga pemuda terluka. Mereka adalah Iswandi (20), pelajar SMK, warga Desa Lae Mate, Kecamatan Rundeng; Bambang (15), pelajar SMP, warga Desa Lae Mate, Kecamatan Rundeng; dan Herman (20), warga Desa Belukur Makmur, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam.

Kapolsek Rundeng, Ipda Mulyadi kepada Serambi, Senin (4/2) mengatakan, mediasi untuk mendamaikan dua kubu pemuda yang bentrok itu menyita waktu panjang. Kesepakatan damai baru dicapai pada Senin dini hari. “Upaya mediasi ini kita lakukan demi menghindari bentrokan berlanjut dan demi tercapainya perdamaian,” kata Ipda Mulyadi.

Proses mediasi itu dihadiri Kepala Desa Lae Mate dan Belukur Makmur, Badan Permusyawaratan Gampong (BPG), tokoh pemuda, dan sejumlah unsur masyarakat.

Dari Ipda Mulyadi Serambi mendapat bocoran tentang hasil kesepakatan kedua belah kubu pemuda yang bersedia berdamai itu. Pertama, kedua belah pihak berjanji tidak akan mengulangi lagi kejadian yang sama. Kedua, jika ada salah satu pihak yang memulainya maka kasusnya akan dilanjutkan untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

Ketiga, kedua desa akan menjalin hubungan yang lebih baik dan akan membantu biaya pengobatan para korban yang terkena lemparan batu/terluka.

Menurut Kapolsek Rundeng, selain berdamai di mapolsek akan ada proses perdamaian lagi di tingkat desa. Selain itu, pihak kepolisian juga akan mengunjungi rumah para korban.

“Alhamdulillah, setelah kita mediasi dua kubu pemuda yang bertikai itu sudah berdamai. Nanti di desa juga akan ada perdamaian,” ujar Ipda Mulyadi seraya berharap tak ada lagi kejadian serupa di wilayah tersebut.

Sementara itu, Kapolres Aceh Singkil, AKBP Andrianto Agramuda melalui Kapolsek Rundeng, Ipda Mulyadi menjelaskan kronologis kejadian tersebut. Bermula sekitar pukul 19.30 WIB, seusai shalat magrib, Iswandi dan Bambang mengendarai sepeda motor (sepmor) pulang dari Desa Pasar Rundeng menuju rumah mereka di Desa Lae Mate. Sesampainya di Desa Belukur Makmur dekat bangunan burung walet milik Haji Umul, Iswandi dan Bambang yang berboncengan dilempar menggunakan batu oleh orang tak dikenal. Lemparan tersebut mengenai kepala Iswandi sehingga terluka. Sedangkan lemparan batu ke arah Bambang hanya mengenai telinganya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved