Breaking News:

Ritual Kanibalisme Suku Fore Sebagai Bentuk Penghormatan, Makan Otak Saudaranya Sendiri

Sejumlah ilmuwan melakukan kontak kepada Suku Fore dan meneliti kebiasaan dan gaya hidup mereka.

Editor: Faisal Zamzami
genealogyreligion.net via Ancient Origins
Suku Fore di Papua Nugini yang memiliki ritual makan otak manusia. 

"Ini contoh revolusi Darwin pada manusia," kata John Collinge dari Intitute of Neurology di University College London.

"Penyakit yang disebarkan prion mengubah satu genetik yang kemudian bisa menimbulkan kekebalan terhadap demensia," lanjutnya.

Ini merupakan pertama kalinya mutasi genetik secara alami yang memproteksi penyakit sapi gila ditemukan dalam manusia.

S
Suku Fore yang memakan otak. (Charles O'Rear/CORBIS)

Ilmuwan mengetes hal tersebut pada tikus dan hasilnya tikus tersebut mengalami mutasi genetik dan kebal terhadap penyakit CJD.

Penelitian terhadap pencegahan penyakit sapi gila dan penyakit lainnya masih terus dilakukan.

S
Suku Fore di Papua Nugini yang memiliki ritual makan otak manusia saat pemakaman. (Ancient Origins)

John Collinge menambahkan penemuan tersebut sangat membantu ilmuwan untuk mengobati berbagai macam penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

Fokus ilmuwan adalah memahami struktur molekul prion yang menyebabkan penyakit itu dan proses terlibat.

Baca: Polsek Bandar Baru Sita 17,34 Gram Sabu-sabu di Manyang Lancok, Pidie Jaya

Baca: Barcelona Vs Real Madrid Live El Clasico Kamis Dini Hari, Messi Diragukan Tampil Akibat Cedera

Baca: Jokowi Diberi Gelar Cak Jancuk, Ternyata ini Maksud Kata Jancuk dan Muncul di Zaman Kolonialisme

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Kebiasaan Suku Fore yang Makan Otak Saudaranya Sendiri, Akibatnya Alami Mutasi Genetik

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved