Pengembangan KEK Arun Butuh Komitmen Pemegang Saham

Para pemegang saham seperti Pertamina, Pelindo, dan PT PIM diminta menunjukkan komitmennya terkait pengembangan

Pengembangan KEK Arun Butuh Komitmen Pemegang Saham
Eks kilang Arun NGL Co, salah satu landskap Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe 

BANDA ACEH - Para pemegang saham seperti Pertamina, Pelindo, dan PT PIM diminta menunjukkan komitmennya terkait pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun. Konsolidasi di tingkat internal merupakan keharusan karena menyangkut kepercayaan.

“Jadi, kita punya momentum hanya datang sekali. Kita ingin semua pihak bersatu padu, yang penting di dalam bersatu. Benahi dulu solidaritasnya, yang kuat dulu. Kemudian melangkah ke depan,” ujar Pengamat Ekonomi dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Rustam Effendi saat menjadi narasumber Program Cakrawala Radio Serambi FM bertajuk `Menunggu geliat KEK Arun’, Rabu (6/2).

“Ajak LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara) juga, karena mereka yang menguasai dan mengelola aset. Minta baik-baik, pinjam pakai juga boleh, sewa juga boleh. Kalau tidak, lama-lama bisa jadi besi tua itu. Kasihan,” imbuh Rustam dalam program yang juga menghadirkan narasumber internal yakni, Redaktur Opini sekaligus Kepala Litbang Harian Serambi Indonesia, Asnawi Kumar dan dipandu Host Radio Serambi FM, Kamil Ahmad.

Rustam menjelaskan, komitmen menjadi hal penting karena menyangkut soal kepercayaan. Begitu juga halnya dengan political will karena menunjukkan iktikad baik atau tidaknya para pihak. Rustam menegaskan, KEK Arun merupakan sebuah lokomotif penting Aceh ke depan. Kekuatan utamanya adalah lokasi strategis yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka, sehingga aktivitas ekonomi sangat potensial untuk dikembangkan. Selain itu, KEK Arun juga didukung oleh tiga BUMN sekaligus yaitu Pertamina, Pelindo, dan PIM.

“Langkah awal selesaikan soal di dalam dulu, jadi modal secepatnya diwujudkan. Kan sesama BUMN apa sih yang sangsi? Inikan lembaga besar, ada Pertamina, PT PIM, Pelindo, Pemerintah Aceh. Apalagi kan Pak Jokowi sudah tegaskan, KEK kita ini salah satu yang oke. Kita salah satu yang sedang dipacu, jadikan bersaing, siapa cepat dia dapat,” terang Rustam.

Ia yakin, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mempunyai kemauan dan kemampuan dalam mengkomunikasikan hal tersebut dalam rangka menagih janji para pihak pemegang saham. Ia menilai, hal yang menjadi kendala yaitu ada miskomunikasi antara ketiga lembaga BUMN tersebut dengan Pemerintah Aceh. Sehingga dalam hal ini, PT Patna selaku ‘kunci, harusnya bersikap lebih pro-aktif karena mewakili keempat lembaga tersebut. “Bagaimana PT Patna menuntut padahal yang modal juga belum dapat. Tidak masanya lagi janji-janji, nggak boleh begitu. Komitmennya, political will-nya. Ini mau main-main atau betul-betul? KEK penting, di sana lapangan pekerjaaan,” pungkas Rustam.(rul)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved