Frekuensi Penerbangan Internasional Naik

Manajer Operasional Angkasa Pura II, Surkani mengatakan, frekuensi penerbangan internasional dari Bandara Sultan Iskandarmuda (SIM)

Frekuensi Penerbangan  Internasional Naik
Wakil Bupati Aceh Besar, Drs Syamsulrizal MKes bersama General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Sultan Iskandar Muda, Joko Sudarmanto sedang melihat toilet bantuan PT Angkasa Pura II di SD Negeri Bueng Cala, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar, Selasa (17/3). Awal tahun ini, PT Angkasa Pura II memberikan bantuan dua unit posyandu dan 10 unit toilet yang tersebar di Kecamatan Blang Bintang dan Kuta Baro. SERAMBI/JALIMIN 

Manajer Operasional Angkasa Pura II, Surkani mengatakan, frekuensi penerbangan internasional dari Bandara Sultan Iskandarmuda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, kini justru menunjukkan tren naik. Hal itu karena pascanaiknya harga tiket domestik, warga Aceh banyak yang memilih terbang ke Jakarta via Kuala Lumpur, Malaysia, karena harga tiketnya yang jauh lebih murah sampai Rp 1 juta per orang.

Akibatnya, tren pergerakan penerbangan internasional naik hingga 57 persen. Sementara domestik turun minus 21 persen. “Sebelumnya AirAsia sehari sekali terbang dari Bandara SIM ke Kuala Lumpur. Tapi sekarang sudah tiga kali sehari mulai Desember 2018 pascanaiknya harga tiket penerbangan domestik,” sebutnya.

Dikatakan, penambahan penerbangan oleh pihak AirAsia tak lain karena jumlah penumpang yang meningkat hingga 37 persen.

Menurut Surkani, meningkatnya frekuensi penerbangan internasional sebelumnya belum pernah terjadi. Hal ini baru terjadi pascakenaikan tarif harga tiket pesawat yang berdampak pada menurunnya minat penumpang menggunakan penerbangan domestik.

“Sejak sepuluh tahun terakhir penerbangan domestik selalu naik tiap tahun, tapi pada Desember 2018 turun. Fenomena ini tidak pernah terjadi dalam sepuluh tahun ke belakang,” ungkapnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pukul 23.20 WIB, Serambi belum memperoleh jawaban dari pihak AirAsia meski upaya konfirmasi sudah dilakukan.

Penelusuran Serambi di Traveloka dengan mengambil beberapa tanggal secara acak, terbaca bahwa harga tiket domestik keberangkatan 14 Maret 2019 dari Banda Aceh ke Jakarta dengan Lion Air transit Kualanamu Rp 1.613.000/orang, Batik Air flight langsung Rp 1.745.000/orang, Citilink transit Kualanamu Rp 2.328.000/orang, Garuda flight langsung Rp 2.357.700/orang. Sedangkan AirAsia transit Kuala Lumpur sebesar Rp 756.000/orang.

Sementara itu pada tanggal lain, 16 April 2019 masih rute Banda Aceh tujuan Jakarta dengan Lion Air transit Kualanamu Rp 1.613.000/orang, Batik Air flight langsung Rp 1.745.000/orang, Citilink transit Kualanamu Rp 1.448.000/orang, dan Garuda flight langsung Rp 2.311.500/orang. Sedangkan AirAsia transit Kuala Lumpur hanya Rp 756.500/orang. (una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved