Lapas Klas II B Bener Meriah MoU dengan Kankemenag

Lapas kelas II B Bener Meriah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kankemenag Bener Meriah

Lapas Klas II B Bener Meriah  MoU dengan Kankemenag
ANTARA/Syifa Yulinnas
Petugas menggeledah narapidana saat melakukan razia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Meulaboh, Aceh Barat, Sabtu (19/1). Sebanyak 59 unit telepon genggam dan beberapa senjata tajam ditemukan saat razia tersebut. ANTARA/Syifa Yulinnas 

REDELONG - Lapas kelas II B Bener Meriah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Kankemenag Bener Meriah tentang Pembinaan Penyelenggaraan Pengembangan Pendidikan Agama Islam Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lapas Bener Meriah, Rabu (6/2).

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dilakukan oleh Kepala kepala Kankemenag, Saidi B, dan kepala Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Bener Meriah, Baharuddin.

Baharuddin, mengaku dengan adanya MoU tersebut para warga binaan di lapas akan memperoleh kesadaran terhadap apa yang telah dilakukannya pada masa lalu, sehingga dapat mengubah sikap warga binaan.

“Kepada pihak Kankemenag Kabupaten Bener Meriah, saya berharap bukan saja membantu dalam membina dan mengajar para warga binaan agar bisa baca Alquran, tetapi juga menyediakan waktu agar para warga binaan dapat melakukan kajian agama,” harap Baharuddin.

Sementara Kepala Kankemenag Bener Meriah, Saidi B, menyatakan akan memfasilitasi para pengajar dari para penyuluh Agama Islam yang ada di Kemenang Bener Meriah, dengan melalukan pembinaan secara maksimal kepada warga binaan tersebut.

Disebutkan, dengan adanya MoU tersebut, diharapkan program bimbingan mental, rohani dan kepribadian bagi warga binaan dapat tercapai, sehingga tujuan sistem pemasyarakatan dapat diwujudkan sesuai dengan visi dan misi Kabupaten Bener Meriah yang Islami.

“Artinya kita ingin meningkatkan keyakinan kepada para warga binaan agar saat bebas nanti bisa berguna bagi masyarakat. Ini yang sangat diperlukan karena merupakan benteng pertahanan bagi kita di akhiratnanti. Insya Allah para napi yang nantinya keluar dari tempat ini segera melakukan taubatan nasuha yakni tobat yang sebenar-benarnya dan segala dosa kita akan diampuni oleh Allah,” harapnya.(c51)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved