Pengelola Rumah Sakit se-Aceh Dilatih Standar Akreditasi Terbaru

Pengelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan swasta di Aceh, dilatih Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi 1.

Pengelola Rumah Sakit se-Aceh Dilatih Standar Akreditasi Terbaru
Serambinews.com
Workshop Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi 1 di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh, Jumat (8/2/2019). 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 219 peserta mewakili puluhan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan swasta di Aceh, dilatih Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi 1, yang merupakan versi terbaru dari akreditasi rumah sakit.

Workshop hasil kerja sama Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) Jakarta dengan Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Wilayah Aceh itu digelar pada 8-9 Februari 2019, di Hotel Grand Nanggroe Banda Aceh. 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien rumah sakit.

Sekaligus menginformasikan standar-standar akreditasi yang harus dilakukan RS agar bisa mendapat sertifikat akreditasi dari KARS.

Ketua Panitia Workshop, dr Nurnikmah MKes kepada Serambinews.com, Jumat (8/2/2019) mengatakan, peserta workshop yang tidak hanya berasal dari Aceh, tetapi juga rumah sakit  Medan dan Tangerang.

“Total 219 peserta yang mewakili RS terdiri atas bagian manajemen, keperawatan, dan medis. Kami juga menggelar pertemuan dengan direktur RSUD se-Aceh terkait problem yang dihadapi selama ini,” ujarnya. 

Nurnikmah mengatakan, Aceh memiliki RS yang paling banyak terakreditasi, atau sekitar 80 persen. Akreditasi tersebut akan menjamin mutu rumah sakit pemerintah maupun swasta.

“Tanpa terakreditasi, BPJS kesehatan tak mau bekerja sama dengan rumah sakit. Maka, pengelola RS harus paham standar akreditasi tersebut sebelum mengajukan kepada KARS untuk disurvei,” jelasnya. 

Baca: Sempat Tetapkan 4 Tersangka, Kejati Aceh Usul Hentikan Kasus Alkes RSUZA Rp 15,3 M ke Jaksa Agung

Baca: Kejati Usul Hentikan Kasus CT Scan, GeRAK Minta KPK Ambil Alih

Baca: 26 RS Terima Lagi Pasien BPJS

Ketua ARSADA Wilayah Aceh, dr Fachrul Jamal SpAn KIC berharap semua RS di Aceh memiliki standar nasional melalui workshop SNARS ini.

“Setelah akreditasi nanti, maka RS di Aceh tinggal selangkah lagi menuju standar pelayanan kesehatan yang sempurna,” katanya. 

Sementara, seorang pembicara dari KARS, Dr dr Sutoto MKes menyampaikan materi tentang persyaratan dan pelaksanaan survei akreditasi menggunakan SNARS edisi 1.

Dalam menghadapi survei akreditasi, katanya, RS diharapkan berlaku jujur dalam menyediakan data dan fakta terkait kondisi rumah sakit. 

“Termasuk tidak menggunakan jasa joki yang ‘menempel’ pada surveyor. Kalau ketahuan, maka RS dinyatakan tidak lulus karena proses akreditasinya tidak jujur dan tak berintegritas,” tegasnya.

Saat proses survei itu, kata Sutoto, pihaknya akan menghimpun segala informasi terkait RS tersebut baik dari website, media massa, wawancara pihak terkait, dan sumber lainnya.(*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved