Penumpang Domestik Turun 500 Orang/Hari

Jumlah penumpang pada penerbangan domestik di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM)

Penumpang Domestik Turun 500 Orang/Hari
KOLASE SERAMBINEWS.COM/Twitter J.S Prabowo
Kolase foto postingan JS Prabowo dan peta jalur penerbangan Banda Aceh - Jakarta, dan Banda Aceh - Kuala Lumpur - Jakarta.

BANDA ACEH - Jumlah penumpang pada penerbangan domestik di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, hingga Kamis (7/2) tercatat mengalami penurunan rata-rata 14 persen atau 400 hingga 500 orang/hari.

Penurunan jumlah penumpang ini karena adanya kenaikan harga tiket penerbangan domestik pada Desember lalu, sehingga warga yang bertolak dari Banda Aceh lebih memilih transit Kuala Lumpur (KL), Malaysia, jika ingin ke Jakarta atau kota besar lainnya di Pulau Jawa.

Manajer Operasional Angkasa Pura II, Surkani kepada Serambi, Jumat (8/2) mengatakan, hampir semua maskapai domestik penerbangan ke Aceh turun jumlah penumpangnya, apakah itu Garuda Indonesia, Batik Air, Lion Air, maupun Citilink. “Kita hitung total penurunan jumlah penumpang untuk semua airline 14 persen atau 400 hingga 500 orang per hari,” sebutnya.

Surkani menambahkan, sebelumnya jumlah penumpang domestik di Bandara SIM mencapai 3.500 orang/hari, tapi sekarang mengalami penurunan ada yang sampai di bawah 3.000 orang/hari. “Kalau Sabtu Minggu sebanyak 3.000 orang/hari, sementara hari biasa bisa turun di bawah 3.000 orang per hari dari keempat maskapai domestik tersebut,” katanya.

Akibat dari penurunan jumlah penumpang ini, maka ada tiga maskapai yang mengurangi rute penerbangan ke Aceh. Ketiga maskapai itu, sebut Surkani, adalah Garuda Indonesia dari Banda Aceh tujuan Jakarta sejak awal Januari 2019 sudah mengurangi penerbangan dari tiga kali sehari, menjadi dua kali sehari.

Selanjutnya, Lion Air yang membatalkan penerbangannya ke Aceh sejak Desember 2018, sebelumnya dari Banda Aceh ke Medan tiga kali sehari, kini menjadi dua kali sehari. “Satu flight sudah cancel sejak Desember lalu, dan kalau mau terbang lagi ke Aceh harus ajukan izin rute lagi dan sebagainya,” kata Surkani.

Kemudian Batik Air juga mengurangi rute penerbangannya ke Aceh, yaitu penerbangan pagi dari Banda Aceh ke Bandara Halim Perdanakusuma, sehingga kini hanya menjadi dua kali sehari dari Banda Aceh tujuan Cengkareng, pukul 10.00 WIB dan sore hari.

“Pengurangan rute penerbangan ini karena jumlah penumpang yang kurang dari Banda Aceh ke Medan, dan dari Banda Aceh ke Jakarta, sehingga masing-masing maskapai mengurangi rute penerbangannya,” sebut Surkani.

Menurutnya, penurunan jumlah penumpang domestik ini tidak hanya terjadi di Bandara SIM, tetapi juga di semua bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura. “Dengan penurunan ini pastilah berdampak ke Angkasa Pura, secara pendapatan kita berkurang. Naik turunnya harga tiket tidak berpengaruh, tapi pengaruhnya itu apabila jumlah penumpang turun,” kata Surkani.

Namun demikian, untuk fasilitas operasional, lanjut Surkani, pihaknya memastikan layanan yang diberikan tetap sama meskipun banyak tidaknya penumpang.

Sementara itu amatan Serambi, di Bandara SIM, Jumat (8/2) tampak lengang, tidak seramai biasanya. Namun, keramaian hanya terlihat di pintu kedatangan internasional. Para penumpang baru saja mendarat dari Kuala Lumpur, Malaysia.

Seorang sopir taksi bandara yang ditemui sedang menunggu penumpang, mengaku hingga pukul 11.00 WIB ia baru sekali mengantar penumpang. “Biasanya sudah dua atau tiga kali antar,” kata pria yang tak ingin namanya dipublikasi itu kepada Serambi.

Ia pun mengaku akhir-akhir ini susah untuk mendapatkan penumpang, karena penumpang yang turun tidak banyak. Bahkan pernah tiga hari tidak ada penumpang.

Menurutnya, pascakenaikan harga tiket pesawat sejak Desember 2018 hingga saat ini suasana di Bandara SIM terlihat sepi. “Ini nampak ramai sedikit kalau ada jamaah umrah dan penumpang dari Malaysia. Kalau tidak, ya sepi,” akunya.

Kenaikan harga tiket pesawat dikatakan berefek ke semua sektor. “Enggak cuma berdampak ke kami sopir taksi, tapi ke semuanya, yang jualan juga terdampak,” katanya. (una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved