BKPH Lacak Pemilik Balok Ilegal

Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan atau BKPH (bukan Balai Pemanfaatan Kawasan Hutan (BPKH)

BKPH Lacak Pemilik Balok Ilegal
IST
TIM BKPH Krueng Meureubo dan KPH Wilayah Aceh di Meulaboh mengamankan 114 kayu ilegal yang ditangkap di hutan Nagan Raya, Kamis (7/2). 

* Barang Bukti Masih Diamankan

MEULABOH - Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan atau BKPH (bukan Balai Pemanfaatan Kawasan Hutan (BPKH) seperti diberitakan kemarin) Krueng Meureubo dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Aceh di Meulaboh, Aceh Barat, hingga kemarin, masih melacak pemilik 144 kayu balok ilegal yang ditemukan di kawasan hutan di Nagan Raya. “Masih dilacak siapa pemilik kayu itu,” kata Kepala KPH Wilayah IV Aceh, M Daud SHut MSi kepada Serambi, Sabtu (9/2) kemarin.

M Daud menjelaskan, ratusan kayu balok yang kini menjadi barang bukti (BB) tersebut telah diamankan dan disimpan di kantor BKPH, kawasan Simpang Peut, Nagan Raya. “Namun, sebagian kayu masih di lokasi,” ujarnya.

Kepala KPH Wilayah IV Aceh yang berkantor di Meulaboh itu mengakui, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui siapa pemilik 144 kayu balok yang diduga hasil perambahan hutan tersebut. Untuk itu, dia mengimbau, masyarakat yang merasa sebagai pemilik ratusan kayu balok tersebut untuk segera melapor ke KPH Wilayah IV Aceh. “Sejauh ini masih belum kita ketahui. Bagi yang merasa kayu itu miliknya, segera melapor. Operasi yang kita laksanakan kemarin, dibantu pihak Polres Nagan Raya,” tandas M Daud.

Seperti diberitakan kemarin, tim BKPH Krueng Meureubo dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV Aceh di Meulaboh, Kamis (7/2), menyita 144 kayu balok di kawasan hutan Nagan Raya. Kayu ilegal itu selanjutnya diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. Saat tim gabungan ini tiba di lokasi, mereka menemukan banyak kayu balok dengan berbagai jenis. Sayangnya, tim tidak menemukan orang yang melakukan kegiatan illegal logging di tempat tersebut karena diduga sudah duluan melarikan diri.

Lebih lanjut, Kepala KPH Wilayah IV Aceh, M Daud SHut MSi memaparkan, tim Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan (BKPH) Krueng Meureubo dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah IV juga akan melacak dan menelusuri alur perdagangan kayu balok ilegal tersebut.

Menurut M Daud, penelusuran ini untuk mengungkap ke mana selama ini kayu balok hasil illegal logging dibawa dan diperdagangkan. “Kami akan lacak juga ke mana selama ini kayu-kayu yang ditebang itu dibawa oleh pelaku,” tegasnya.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved