Polisi Gagalkan Pernikahan Gadis 11 Tahun dengan Pria 21 Tahun, Keduanya Mengaku Saling Cinta

Kepolisian di Perai, Malaysia, dilaporkan mencegah pernikahan antara gadis berusia 11 tahun dan pria berumur 21 tahun.

Polisi Gagalkan Pernikahan Gadis 11 Tahun dengan Pria 21 Tahun, Keduanya Mengaku Saling Cinta
Shutterstock
Pernikahan India. (Shutterstock) 

 “Saya tak mahu belajar, saya mahu kahwin.” Itu ucapan kecewa seorang kanak-kanak Rohingya berusia 11 tahun karena perkahwinannya dengan lelaki dikenali sebagai Mahbub, 21 tahun dibatalkan usai majlis akad nikahnya diserbu pihak kepolisian, Rabu lalu.

Nour Aishah Mohammed Somir mengatakan dia sudah lama merencanakan menikah dengan Mahbub kerana mereka saling mengenali sejak kecil dan bapaknya Mohammed Somir juga mendukung pernikahan mereka.

 “Saya dilahirkan di sini dan sejak kecil saya mengenali Mahbub kerana dia sering datang ke rumah kami di Taman Perai dari Ipoh.

“Memang kami saling sayang menyayangi dan dia juga sudah memberitahu mahu mengahwini saya,” katanya.

Menurutnya, dia tidak dipaksa bapaknya atau keluarganya untuk menikah dengan Mahbub, namun ia mau menikah karena keinginannya sendiri.

 “Memang saya sedih apabila diberitahu tidak dapat menikah kerana saya sudah meyiapkan diri untuk menjadi isteri Mahbub.

“Malah ayah sudah menghabiskan wang untuk menyiapkan pesta  pernikahan kami,” katanya ketika ditemui Harian Metro di rumah mereka di Taman Perai seperti dikutip Serambinews.com.

Bapak Aishah, Mohammed Somir Abdul Razak (38) menyebutkan tindakannya untuk menikahkan  Aishah bukan kerana mengalami kesulitan uang untuk kebutuhan hidup mereka sekeluarga.

Mohammed berkata, dia mempunyai dua anak, Aishah adalah anak tunggal daripada perkahwinan pertamanya.

 Mohammed juga mempunyai seorang lagi anak perempuan berusia empat tahun hasil daripada perkahwinan keduanya.

“Emak Aishah meninggal dunia enam tahun lalu dan sejak itu saya sendiri membesarkannya. Saya sudah 22 tahun berada di negara ini dan datang ke sini pada 1997.

“Aishah dan bakal pasangannya, Mahbub masing-masing sudah mengenali sejak kecil dan membesar bersama-sama di negara ini,” katanya ketika ditemui Harian Metro di sini, semalam.

Menurutnya, dia bekerja sebagai buruh kontrak dan mempunyai uang simpanan bagi kebutuhan kehidupan keluarganya.

Karena itu ia membantah menikahkan anaknya perempuan pertamanya karena disebabkan kesulitan ekonomi. (*)

Baca: Rumah Almarhum Mantan Kadis P dan K Bireuen Terbakar

Baca: Aminullah dan Mawardi Raih Golden Award 2019

Baca: Pemerintah Aceh Siapkan Fasilitas Pemulangan Jenazah

Editor: faisal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved