Pusat Suvenir Sepi Pembeli

Kenaikan harga tiket pesawat domestik dan penerapan bagasi berbayar oleh maskapai, berpengaruh

Pusat Suvenir Sepi Pembeli
Bordir Khas Aceh dari Montasik 

* Dampak Harga Tiket dan Bagasi Berbayar

BANDA ACEH - Kenaikan harga tiket pesawat domestik dan penerapan bagasi berbayar oleh maskapai, berpengaruh terhadap penjualan oleh-oleh di Pasar Atjeh, Banda Aceh. Pusat suvenir yang menjual berbagai kue tradisional Aceh, dan kerajinan Aceh itu seperti tas, dompet, dan lainnya terlihat sepi pengunjung, Sabtu (9/2).

Pedagang kue tradisional di Pasar Atjeh, Adnan, yang ditemui Serambi menyampaikan, sudah hampir satu bulan sepi pengunjung dan tidak seramai biasanya. “Ya, seperti ini (sepi pengunjung-red). Nanti ada satu kelompok yang datang atau tamu-tamu pemerintah,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan harga tiket penerbangan domestik berpengaruh terhadap menurunnya wisatawan dari Jakarta atau dari Pulau Jawa yang datang ke Aceh. Selama ini yang ada wisatawan dari Malaysia. Selain itu, penerapan bagasi berbayar juga berpengaruh terhadap penjualan oleh-oleh. “Tapi kalau dari Jakarta kurang sekali sekarang, tentu berpengaruh ke penjualan,” tambahnya.

Saat ditanya berapa persen pendapatan yang turun, ia tidak menjawab pasti. “Enggak tahu bilang, tapi banyak juga turun. Biasa sekali belanja Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu, tapi sekarang belanja Rp 100 ribu. Belanjanya enggak banyak,” sebut Adnan.

Ia menambahkan hanya orang-orang dari daerah sekitar yang beli beberapa kue, maupun untuk keperluan isi talam. Sementara pedagang lainnya yang ditanyai secara acak juga mengaku hal sama, seperti penjual oleh-oleh baju aceh, dan lainnya.

Institute for Development Economy dan Finance (Indef) mengatakan, pengenaan bagasi pesawat berbayar bakal menghantam perekonomian Indonesia. Dalam jangka panjang, pengenaan bagasi berbayar bisa saja menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi stagnan di kisaran 5 persen.

Peneliti Indef, Bhima Yudhistira, mengatakan, dampak pertama yang bakal terjadi jika pengenaan bagasi berbayar ini tidak dihentikan adalah kenaikan angka inflasi. “Inflasi di bulan Januari sudah mulai terasa dengan adanya bagasi berbayar. Dan kalau ini terus dibiarkan, tidak distop untuk bagasi berbayar, kita khawatir inflasi di 2019 bisa mulai naik di atas target dari pemerintah 3,5 persen,” kata dia, Sabtu (9/2).

Selain itu, pengenaan bagasi berbayar akan juga memukul kegiatan usaha kecil dan menengah atau UMKM. Terutama yang bergerak di sektor pariwisata dan perjalanan. “UMKM paling terdampak dengan adanya bagasi berbayar. UMKM yang menjual oleh-oleh, UMK yang berkaitan dengan jasa transportasi darat, dari hotel menuju bandara itu akan terkena imbasnya,” ungkapnya.(una/mdc)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved