Akibat Kelebihan Perwira Tinggi, TNI Akan Lakukan Restrukturisasi, Ini Penjelasan Kapuspen

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Sisriadi mengungkapkan dasar dari penerapan rencana restrukturisasi di tubuh TNI.

Akibat Kelebihan Perwira Tinggi, TNI Akan Lakukan Restrukturisasi, Ini Penjelasan Kapuspen
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Sisriadi saat mengunjungi Menara Kompas, Palmerah, Jakarta Barat, Selasa (12/2/2019). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal Sisriadi mengungkapkan dasar dari penerapan rencana restrukturisasi di tubuh TNI.

Rencana restrukturisasi oleh Presiden Joko Widodo akan memberikan kesempatan kepada perwira TNI untuk menduduki berbagai jabatan di kementerian atau lembaga yang membutuhkan.

Menurut Sisriadi, TNI secara kelembagaan tengah mengalami persoalan. Ada kelebihan jumlah perwira menengah dan perwira tinggi. Akibatnya, banyak perwira tinggi dan menengah TNI yang tak mendapat jabatan.

"Kelebihan yang sekarang ini memang butuh pemecahan jangka pendek," ujar Sisriadi, Selasa (12/2/2019).

"Sekarang ini ada kelebihan kolonel sekitar 500 orang, kelebihan perwira tinggi sampai 150 orang. Memang sekarang butuh pemecahan," kata dia.

Sisriadi mengatakan, TNI memang mengalami masalah teknis pengelolaan sumber daya. Persoalan itu muncul sejak disahkannya Undang-Undang Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI.

Dalam UU TNI, terdapat perubahan usia pensiun dari 55 tahun menjadi 58 tahun. "Artinya ada perpanjangan masa dinas perwira," kata Sisriadi.

Untuk mengatasi persoalan itu, Panglima TNI juga berupaya menata kembali sistem kepangkatan dengan menerbitkan Peraturan Nomor 40 Tahun 2018.

Dalam peraturan itu, jangka waktu seorang perwira dalam memegang suatu jabatan tinggi menjadi dipersingkat. Meski demikian, TNI tetap membutuhkan waktu lima tahun untuk mengatasi menumpuknya jumlah perwira menengah dan perwira tinggi.

"Itu sudah diatur dan memang tidak bisa langsung habis. Kami butuh lima tahun untuk menyelesaikan itu," ujar dia.

Baca: Daftar Tim Peserta Piala Presiden 2019, Ini Jadwalnya

Baca: Usai Puji dan Dukung Jokowi, Kini Ustaz Yusuf Mansur Beberkan Kelebihan Prabowo dan Sandiaga Uno

Baca: Tikus Ini Diikat di Botol dan Disiksa, Dituduh Makan Kabel Charger Hingga Pemiliknya Marah

Baca: 105 Prajurit TNI AU Atraksi Terjun Payung

Sebelumnya, Presiden Jokowi memastikan bahwa restrukturisasi TNI akan segera dilakukan. Restrukturisasi tersebut sebagai implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 10 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Implementasi dari perubahan Perpres tersebut, yakni peningkatan kapasitas sebanyak lebih dari 60 jabatan di struktur TNI.

"Akan ada jabatan untuk perwira menengah dan tinggi baru sebanyak 60 jabatan. Dapat diisi oleh yang tadinya kolonel, naik menjadi bintang atau yang tadinya bintang satu, (diisi) bintang dua atau tiga," ujar Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/1/2019) lalu.(Kompas.com)

Editor: Taufik Hidayat
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved