Gangguan Gajah Meluas

Gangguan gajah liar di Aceh Barat meluas. Setelah merusak kebun sawit warga, hewan berbelalai itu juga merusak

Gangguan Gajah Meluas
IST
Tim Conservatioan Respont Unit (CRU) melakukan pengusiran gajah liar ke kawasan hutan di Seumara, Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat 

* Rusak Pagar Sekolah

MEULABOH - Gangguan gajah liar di Aceh Barat meluas. Setelah merusak kebun sawit warga, hewan berbelalai itu juga merusak pagar SD Negeri Krueng Meulaboh di Desa Pante Ceureumen, Kecamatan Pante Ceureumen. Tim Conservation Response Unit (CRU) hingga Senin (11/2) masih berupaya mengusir satwa dilindungi itu agar segera kembali ke hutan.

Diperoleh informasi Senin kemarin, pagar besi SDN Krueng Meulaboh yang dirusak kawanan gajah itu panjangnya 100 meter. Dua pohon sawit yang tumbuh di pekarangan SD tersebut juga dimangsa gajah. Sebelumnya, kawanan gajah yang jumlahnya sekitar tujuh ekor itu merusak kebun sawit milik warga Desa Seumara, Menuang Kinco, dan Seumantok di Kecamatan Pante Ceureumen.

Kepala SDN Krueng Meulaboh, M Taher yang ditanyai Serambi kemarin mengatakan, pagar sekolah yang dipimpinnya itu dirusak gajah pada Minggu dini hari. “Kemudian gajah memakan dua pohon sawit yang berada di dalam pekarangan sekolah,” ujarnya.

Menurut M Thaher, gajah sering muncul di dekat sekolah pada malam hari, tetapi pada siang hari mereka kembali ke hutan. Buktinya, sepanjang hari kemarin tak ada gangguan gajah di sekolah itu. “Aktivitas sekolah tetap lancar seperti biasa. Gajah tak muncul siang hari,” ujarnya.

Diusir
Sementara itu, Tim CRU Aceh hingga Senin kemarin masih berupaya mengusir kawanan gajah dengan mercon. Tim tersebut beranggotakan delapan orang dari CRU Aceh maupun Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan Tim CRU Alue Kuyun, Aceh Barat.

Tim turun menyusuri tiga desa yang kebun sawitnya dirusak kawanan gajah liar yang diperkirakan tujuh ekor.

Edison dari CRU Aceh yang ditanyai kemarin mengatakan, timnya masih menyusuri lokasi-lokasi yang dilalui gajah, tapi gajahnya tak ditemukan. Besar kemungkinan mereka sudah menjauh ke hutan. “Pengusiran kita lakukan supaya gajah-gajah tersebut tidak kembali ke sekitar permukiman penduduk,” katanya.

Ia sebutkan, pohon sawit yang menjadi korban amuk gajah mencapai sepuluh batang, berada di Desa Seumara dan Menuang Kinco. “Gajah besar kemungkinan sudah menjauh dan hanya terlihat bekas kakinya. Biasa gajah turun ke daerah yang sering mereka lintasi,” ujarnya.

Menurut Edison, timnya masih siaga di kawasan Kecamatan Pante Ceureumen berbekal mercon, sedangkan gajah jinak belum diturunkan. Ia simpulkan gangguan sejak kemarin sudah mereda.

KLHK dan Plt Gubernur
Sementara itu, Kepala BKSDA Aceh, Sapto Aji Prabowo mengatakan, pada Jumat lalu ia sudah bertemu dengan Direktur Konservasi Keragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KKH KLH) serta Plt Gubernur Aceh. “Kita sepakat untuk mendorong penyelesaian konflik satwa dengan manusia secara holistik. Jadi, semua pemangku kepentingan harus terlibat. Mulai dari respons terhadap konflik, penataan ruang yang lebih baik, dan melakukan intervensi terhadap habitat gajah yang terganggu,” kata Sapto via WhatsApp.

Menurutnya, BKSDA tetap merespons gangguan kawanan gajah yang terjadi bersamaan, baik di Aceh Barat maupun Bener Meriah. Tim terus melakukan pengusiran agar gajah segera kembali ke hutan.

Ia juga menerangkan kenapa gajah masuk ke kebun warga. “Sangat mungkin karena kebun itu dulunya habitat gajah. Gajah itu punya lintasan tetap setiap tahun. Jadi, apa pun itu akan dilintasinya. Kalau pas ada makanan ya dimakannya,” demikian Kepala BKSDA Aceh.

Sebelumnya diberitakan, kawanan gajah liar yang berjumlah puluhan ekor dilaporkan mengamuk di dua kabupaten, yaitu Aceh Barat dan Bener Meriah. Akibatnya, belasan hektare kebun yang berisi berbagai jenis tanaman seperti kelapa sawit, durian, pinang, pisang, dan tanaman palawija dirusak satwa dilindungi tersebut. Ekses lain, warga setempat khawatir pergi ke kebun karena hingga kini kawanan gajah liar itu masih bertahan di kawasan kebun mereka. Namun, sejauh ini belum ada korban jiwa maupun yang cedera akibat diserang kawanan gajah. (riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved