Pedagang Ayam Mengadu ke Dewan

Sekitar 15 pedagang ayam yang selama ini membuka lapak di Kompleks Pasar Bina Usaha Meulaboh, Aceh Barat

Pedagang Ayam Mengadu ke Dewan
IST
RAMLI, Ketua DPRK Aceh Barat

* Tempat Jualan Digusur untuk Suzuya

MEULABOH - Sekitar 15 pedagang ayam yang selama ini membuka lapak di Kompleks Pasar Bina Usaha Meulaboh, Aceh Barat, Senin (11/2), mendatangi Gedung DPRK setempat. Kedatangan pedagang untuk mengadukan nasib mereka karena lapak yang selama ini jadi tempat jualan diminta untuk dikosongkan karena akan dijadikan lokasi supermarket Suzuya.

Kehadiran 15 pedagang ayam tersebut diterima Ketua DPRK, Ramli SE bersama sejumlah anggota dewan seperti, Tata Irfan, T Hasyimi, Mawardi, Ilyas Yusuf, dan Samsul Bahri. Sedangkan, dari eksekutif dihadiri Kepala UPTD Pasar Bina Usaha, Mansursyah dan Kasi Pengendali dari Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) setempat, Khairul SE.

Irwansyah, perwakilan pedagang ayam mengungkapkan, mereka telah disampaikan secara lisan supaya segera pindah dan mengosongkan tempat berjualan ayamnya. Padahal, jelas Irwansyah, lokasi lapak pedagang ayam itu jauh di belakang dari gedung yang kini disewakan Pemkab Aceh Barat kepada Suzuya. Menurutnya, kalau pun dipindah harus jelas ke lokasi mana, karena mereka sudah sangat lama berjualan di lokasi tersebut. Terhadap hal ini, pedagang ayam meminta penjelasan kepada Pemkab dan DPRK terkait nasib lokasi lapak mereka itu.

Menanggapi keluhan pedagang ayam, Kepala UPTD Pasar Bina Usaha, Mansursyah menyatakan, dia baru menjabat pada jabatan tersebut sehingga tidak mengetahui sejauh mana proses penyewaan lokasi itu oleh Pemkab ke pihak Suzuya. Oleh sebab itu, dia berjanji, akan menyampaikan aspirasi pedagang ayam tersebut kepada pimpinan.

Hal senada juga diungkapkan Kasi Pengendali BPKD, Khairul yang mengaku belum banyak tahu terhadap kontrak sewa untuk mal kepada Suzuya. “Tentu apa yang disampaikan ini akan kami sampaikan kepada pimpinan,” janjinya.

Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE dalam pertemuan itu menegaskan, pemkab harus memperjelas persoalan penyewaan lokasi untuk Suzuya. Ramli menjelaskan, yang pernah mencuat dulu bahwa yang disewa itu bangunan mal. Bahkan, sebutnya, penyewaan mal kepada Suzuya juga belum final, seperti nilai nominal dalam aturan daerah sebesar Rp 700 juta/tahun, tetapi Pemkab memberikan Rp 200 juta/tahun.

“Jadi, kenapa kini melebar kepada lapak pedagang ayam,” ucap Ketua DPRK penuh tanda tanya. Untuk itu, beber Ramli, dewan akan turun ke lokasi pasar serta meminta pedagang ayam supaya tetap berjualan seperti biasa pada lokasi lama sebelum ada kepastian. “Artinya, Pemkab supaya tidak main gusur terhadap pedagang kecil demi pengusaha. Makanya, setelah turun tim akan dilanjutkan pertemuan dengan memanggil pejabat Pemkab,” pungkas Ramli SE.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved