Remaja Ini Rayakan Ulang Tahun Ke-18 dengan Vaksinasi Tubuhnya untuk Segala Jenis Penyakit

Ethan Lindenberger menghabiskan masa kecilnya dengan percaya, bahwa teman-teman sekelasnya juga tidak mendapatkan vaksinasi.

Remaja Ini Rayakan Ulang Tahun Ke-18 dengan Vaksinasi Tubuhnya untuk Segala Jenis Penyakit
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi Vaksin 

“Orangtuaku berpikir bahwa vaksin adalah semacam skema pemerintah. Pemikiran itu bodoh dan aku punya banyak argumen soal itu. Tapi, karena kepercayaan mereka, aku tidak pernah divaksinasi apa pun. Tuhan tahu bagaimana aku masih hidup sampai sekarang.”

 
“Tapi, sekarang aku siswa SMU yang sudah punya mobil, punya SIM, dan uang sendiri. Aku akan menganggap bahwa aku bisa mendapatkan vaksin sendiri, tapi aku tidak pernah berbicara pada siapa pun tentang itu. Aku juga takut pergi ke suatu tempat yang biaya vaksinnnya lebih tinggi daripada tempat lain. Setiap saran untukku akan luar biasa.”

Baca: Jumlah Utang Amerika Serikat Membengkak, Hampir 60 Kali Lipat Lebih Besar dari Utang Indonesia

“Aku akan mendapatkan vaksinasi, tetapi ke mana aku  harus mendapatkan vaksin?”

Postingannya itu menerima lebih dari 1.000 tanggapan, dan membuat Ethan yakin pada pilihannya untuk melakukannya sendiri.

Ia pun pergi  untuk mendapatkan suntikan putaran pertama, untuk penyakit seperti hepatitis A dan B, influenza, dan HPV.

“Ibuku selalu tahu aku tidak setuju dengannya dan menganggap itu akan terjadi, tetapi ternyata tidak. Ketika aku mulai memeriksanya sendiri, jelas bahwa ada lebih banyak bukti untuk mendapatkan vaksinasi.”

Baca: Ucapan Selamat HUT Serambi Indonesia ke- 30 dari RSUD dr. ZAINOEL ABIDIN

“Respons ibu hanyalah ‘ya itulah yang mereka ingin kau pikirkan’. Aku terkejut jika Anda tahu, bahwa organisasi kesehatan terbesar di seluruh dunia akan dihapuskan dengan semacam pernyataan seperti teori konspirasi seperti itu.”

Begitu Ethan memberi tahu ibunya bahwa ia akan menyelesaikan vaksinasinya, ibunya tidak terlalu senang.

Bahkan, menurut sebuah wawancara dengan majalah sains Undark, ibunya menyebut sebagai “tamparan di wajah”, demikian dilansir dari vt.co.

“Ibu melihat saat aku mendapatkan vaksin sebagai isyarat pemberontakan dan bukan demi diriku sendiri dan demi orang-orang di sekitarku,” lanjut Ethan.

Baca: 64 Kontraktor Setorkan Infaqnya ke Baitul Mal Aceh Tenggara

Halaman
123
Editor: Fatimah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved