Dokter Terawan Juga Dikirim Untuk Rawat Istri SBY di Singapura, Dulu Viral Lewat Metode 'Cuci Otak'

"Saya kemarin sudah ketemu Dr Terawan, Kepala RSPAD, beliau langsung berangkat kemarin siang ke Singapura,"

Dokter Terawan Juga Dikirim Untuk Rawat Istri SBY di Singapura, Dulu Viral Lewat Metode 'Cuci Otak'
Warta Kota/Cek n Ricek
dokter Terawan Agus Putranto. 

Dokter Terawan termasuk dokter yang cerdas karena kemampuannya menyembuhkan penyakit stroke

Meskipun ia sempat menolak menjelaskan di forum ilmiah, dengan alasan demi keamanan dan menghindari penyalahgunaan metode cuci otak tersebut.

Dokter Terawan akhirnya mengungkap yang sebenarnya adalah memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah melalui pangkal paha penderita stroke.

Hal ini dilakukan untuk melihat apakah ada penyumbatan pembuluh di area otak.

Selain itu, dengan cara memasukkan cairan Heparin yang bisa memberi efek anti pembekuan darah di pembuluh darah.

Baca: Presiden Jokowi Kaget Harga Tiket Pesawat Mahal, Rizal Ramli: Gampang Kaget Deh

Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) mengusap kepala istrinya Ani Yudhoyono (kanan) yang tengah menjalani perawatan di sebuah Rumah Sakit di Singapura, Selasa (12/2/2019). Ibu Negara ke-6 Ani Yudhoyono terindikasi menderita penyakit kanker darah sehingga harus menjalani perawatan isntensif. TRIBUNNEWS/HO/ANUNG ANINDITO
Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) mengusap kepala istrinya Ani Yudhoyono (kanan) yang tengah menjalani perawatan di sebuah Rumah Sakit di Singapura, Selasa (12/2/2019). Ibu Negara ke-6 Ani Yudhoyono terindikasi menderita penyakit kanker darah sehingga harus menjalani perawatan isntensif. TRIBUNNEWS/HO/ANUNG ANINDITO (TRIBUN/HO/ANUNG ANINDITO)

Metode pencucian otak atau metode DSA, Dr Terawan kemudian melambung.

Bahkan pernah menangani beberapa tokoh, seperti Wapres Try Sutrisno, mantan kepala BIN Hendroproyono, hingga tokoh pres Dahlan Iskan.

4. Pernah Memperoleh Sanksi Pemecatan

Karena metode cuci otak yang diterapkannya pada pasien penderita stroke, dokter Teriawan pernah menerima sanksi pemecatan dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia).

IDI menilai dokter Terawan tidak terbuka dan selalu tak mau memberikan penjelasan di forum ilmiah kepada sesama sejawat kedokteran.

Halaman
1234
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved