Isi Kuliah Umum di UIN Ar-Raniry, Menteri Sofyan Djalil Ingatkan Mahasiswa Bahaya Jejak Digital

Menteri Sofyan A Djalil mengingatkan mahasiswa agar lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarluaskan informasi melalui media sosial,

Isi Kuliah Umum di UIN Ar-Raniry, Menteri Sofyan Djalil Ingatkan Mahasiswa Bahaya Jejak Digital
For Serambinews.com
Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof Dr Warul Walidin AK MA meyerahkan cindera mata kepada Menteri Agraria Tata Ruang dan Kepala Badan Pertanahan Nasional, Dr Sofyan A Djalil SH MA MALD sesuai mengisi kuliah umum di kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (14/2/2019). 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Menteri Agraria Tata Ruang dan Kepala Badan Pertanahan Nasional, Dr Sofyan A Djalil SH MA MALD, Kamis (14/2/2019) mengisi kuliah umum di depan mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh bertempat di gedung Auditorium Prof Ali Hajsmy kampus setempat.

Dalam kuliah umumnya itu, Menteri Sofyan A Djalil mengingatkan mahasiswa agar lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarluaskan informasi melalui media sosial, sebab jejak digital tersebut akan merekam seluruh aktifitas yang terhubung dengan internet.

“Kita ingin mengingatkan kepada mahasiswa dan bagaimana pentingnya harus bijaksana dalam mengelola informasi, saya ingin memberikan perspektif kepada anak-anak generasi muda tentang perkembangan teknologi yang begitu cepat dan perubahan yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya,” kata Sofyan A Djalil.

Sofyan Djalil juga menceritakan bagaimana merespons informasi-informasi hoaks yang berkembang, sebagian masyarakat menelan hoaks tersebut secara mentah-mentah.

Ia berharap kepada mahasiswa sebagai agen perubahan dapat meneruskan informasi yang baik kepada masyarakat serta mengajak untuk tidak mudah menerima informasi tanpa tabayun.

Sofyan A Djalil menjelaskan, bahwa media sosial sangat bermanfaat saat ini, baik untuk belajar maupun untuk kebutuhan informasi sesuai dengan apa yang diinginkan, akan tetapi media sosial ini juga sangat berbahaya jika disalahgunakan.

Baca: Kemenkominfo: Ingat! Jejak Digital Negatif Anda Bisa Mengantarkan Anda ke Balik Jeruji Besi

Baca: Beri Kuliah Umum di Unigha, Sofyan Djalil: Pak Rektor jangan Khawatir, Soal HGB akan Kita Selesaikan

Baca: Tiga Jabatan dalam Dua Tahun, Sofyan Djalil Menteri yang Paling Sering Digeser

“Saya ingatkan bahwa apa yang kita baca, yang ditulis, yang di-upload, yang di-download dan apa yang ditonton, itu merupakan jejak digital. Jejak digital tersebut tidak pernah terhapus selama-lamanya, tidak pernah terhapus,” tegasnya.

Lebih lanjut kata Sofyan, di era revolusi 4.0 ini jika ingin mencari kerja, salah satu hal yang utama di telusuri adalah jejak digital kita, di sana akan terekam apakah seseorang itu pemarah, extrimis, dapat bekerja sama, termasuk sikap dan apa saja hal lain dapat dilihat dari jejak digital masing-masing.

Saat ini dengan program dan system yang dikembangkan semua jejak digital dapat dicari dan diketahui.

Oleh karena itu, tambah Sofyan bahwa jika ingin sukses di masa depan, maka jaga betul apa yang ditulis, forward, dan yang kita bagikan di media social.

Karena semuanya akan tercatat pada sistem, kapan saja orang ingin melihatnya dapat diketahui dengan mudah.

“Media sosial yang kita pegang saat ini sangat luar biasa, baik dari sisi positif maupun negatifnya, mari kita tingkatkan nilai-nilai posistif dalam bermedsos,” pesan Sofyan A Djalil. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved