Selasa, 5 Mei 2026

Prabowo Jumatan di Masjid Kauman, Mobilnya Jadi Objek Selfie Emak-emak

Tak hanya wanita, relawan lelaki juga banyak yang berfoto di depan mobil bernopol B 2829 SKA tersebut.

Tayang:
Editor: Zaenal
Tribunjateng.com/Like Adelia
Relawan ibu-ibu berfoto di mobil putih milik Prabowo Subianto di Masjid Kauman Semarang, Jumat (15/2/2019). 

Prabowo Jumatan di Masjid Kauman, Mobilnya Jadi Objek Selfie Emak-emak

SERAMBINEWS.COM, SEMARANG - Kedatangan capres nomor 2 Prabowo Subianto di Masjid Kauman Semarang, Jumat (15/2/2019) ternyata mendapatkan perhatian khusus dari penggemarnya.

Mereka menunggu untuk bertemu Prabowo di sepanjang jalan depan masjid.

Sembari menunggu idolanya, relawan emak-emak tersebut berfoto di mobil Alphard warna putih yang ditumpangi Prabowo.

"Kita nunggu Pak Prabowo, gapapa foto sama mobilnya dulu. Semoga nanti bisa foto sama orangnya," ucap Nurcahyawati (42) satu di antara relawan Prabowo, kepada Tribunjateng.com.

Tak hanya wanita, relawan lelaki juga banyak yang berfoto di depan mobil bernopol B 2829 SKA tersebut.

Meskipun pada akhirnya para relawan ini tidak bisa bertemu Prabowo, mereka tetap senang.

"Ya sedikit kecewa, pengennya ketemu foto, tapi ya gapapa ini nanti mau langsung ke Paragon," lanjut Nur.

Baca: Video - Jamaah Kerumuni Prabowo Subianto setelah Salat Jumat di Masjid Kauman Semarang

Suasana keramaian di Masjid Agung Semarang atau biasa disebut Masjid Kauman terlihat beberapa menit menjelang pelaksanaan jumatan.

Ratusan warga telah datang menyatakan ingin melaksanakan shalat jumat sekaligus bertemu Capres 02 Prabowo Subianto.

Pantauan Tribunjateng.com, sekitar pukul 11.40 WIB, ratusan orang telah datang di dalam tempat ibadah ini.

Sebagian duduk, sebagian lain berdiri di teras masjid menunggu kedatangan Prabowo.

Ketua Masjid Agung Kauman Semarang, KH Hanief Ismail telah datang di lokasi.

Sudirman Said, mantan Calon Gubernur 2017 juga terlihat hadir di masjid itu.

Sejumlah petugas dari kepolisian terlihat mengamankan situasi di sekitar masjid.

Berdasarkan data dari Yayasan Masjid Agung Kauman Semarang, khatib hari ini di Masjid Kauman adalah Dr H Abdul Hakim, Imam adalah KH Ahmad Naqib Noor Alhafidz.

Usai salat Jumat, Prabowo menuju Hotel Gumaya untuk istirahat kemudian akan melakukan pidato kebangsaan di Hotel Po atau Paragon Mall.

Baca: Salat Jumat di Masjid Agung Kauman, Prabowo Pilih Masuk Lewat Pintu Samping

Keberatan

Kedatangan Capres Nomor Urut 02 ke Masjid Kauman menyedot perhatian karena sebelumnya sempat adanya keberatan dari pihak Takmir masjid setempat. 

Keberatan itu disampaikan langsung oleh  Ketua Masjid Agung Semarang atau biasa disebut Masjid Kauman, KH Hanief Ismail.

Secara khusus KH Hanief mengontak mantan Komisioner Panwaslu Semarang Mohamad Ichwan menulis keberatannya itu.

Dia juga meminta agar diberitahukan kepada Bawaslu Kota Semarang untuk mengambil tindakan yang diperlukan.

Menurut Kiai Hanief, jumatan yang akan diadakan oleh Prabowo itu perbuatan memolitisasi ibadah shalat jumat sekaligus memakai masjid untuk kepentingan politik.

Baca: Polisi Bekuk Dua Pelaku Kriminal Bersenjata di Aceh Timur, Sita Satu AK 56 dan Sejumlah Barang Lain

“Kami para nadlir atau takmir Masjid Kauman merasa keberatan dengan rencana jumatan Prabowo tersebut. Tolong sampaikan ke Bawaslu agar mengambil tindakan yang perlu sesuai aturan hukum," tutur Kiai Hanief yang juga Rais Syuriyah PCNU Kota Semarang dalam keterangan pers kepada Tribunjateng.com, Kamis (14/2/2019).

Lebih lanjut Kiai Hanief menjelaskan, pihaknya tidak pernah mendapat surat pemberitahuan dari tim kampanye Prabowo-Sandi maupun dari partai pengusung pasangan capres-cawapres tersebut.

Maka peristiwa akan digelarnya shalat jumat oleh Prabowo dan pendukungnya di Masjid Kauman tidak melibatkan Nadlir atau Takmir Masjid.

Secara resmi maupun secara informal, pihak takmir tidak pernah menyetujui atau memberi izin.

“Kami tidak pernah memperoleh surat apa pun dari pihak Pak Prabowo atau partai pengusungnya. Jadi kami tidak terlibat dengan rencana adanya shalat jumat capres tersebut,” tandasnya.

Suasana Masjid Agung Kauman Semarang menjelang ibadah sholat jumat bersama Prabowo, Jumat (15/2/2019).
Suasana Masjid Agung Kauman Semarang menjelang ibadah sholat jumat bersama Prabowo, Jumat (15/2/2019). (TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV)

Baca: Rocky Gerung Sebut Ada Jurnalis Senior yang Larang Tonton ILC, Bagaimana Reaksi Karni Ilyas?

Kiai Hanief menambahkan, pada prinsipnya Takmir Masjid Kauman mempersilakan siapa pun untuk shalat di masjid tersebut.

Pihak takmir membuka lebar-lebar siapa pun muslim untuk beribadah, termasuk shalat jumat.

Namun, pihak takmir keberatan apabila peristiwa shalat itu dipolitisasi.

Yakni dijadikan sebagai ajang politik untuk pencitraan sebagai bahan kampanye.

Apalagi dengan mengerahkan massa dan menyebar pamflet ke masyarakat agar ikut jumatan bersama capres Prabowo Subianto.

Hal itu menurutnya berpotensi melanggar aturan kampanye dan sangat menodai kesucian masjid sebagai tempat ibadah.

“Kami mempersilakan siapa saja shalat di Masjid Kauman. Setiap muslim boleh shalat jumat di sini, termasuk musafir. Tapi kalau untuk pencitraan kampanye, itu berpotensi melanggar aturan dan menodai kesucian masjid sebagai tempat ibadah,” terangnya.

Baca: Mulai Maret 2019, Tarif Listrik 900 VA Turun dari Rp 1.352 per kWh Menjadi Rp 1.300 per kWh

Ichwan yang diperintah Rais Syuriyah langsung melaksanakan dhawuh kiainya tersebut.

Dia langsung mengirim pesan kepada Ketua Bawaslu Kota Semarang, Muhammad Amin.

“Saya laksanakan perintah Kiai Hanief Ismail. Ketua PCNU, Kiai Anasom, juga mengontak saya dengan perintah yang sama. Tentu saya sendika dhawuh. Saya kontak Ketua Bawaslu Kota Semarang. Saya memberi saran agar ada laporan resmi kepada Bawaslu dari takmir,” tutur Pengurus Lakpesdam PCNU Kota Semarang ini.

Ichwan lantas menyarankan Kiai Hanief agar membuat surat resmi atau maklumat tentang sikap keberatan pihak Takmir Masjid Agung Semarang.

“Saya tadi menyampaikan saran kepada Kiai Hanief Ismail agar membuat surat resmi,” tutur Sekretaris Pagar Nusa Kota Semarang ini.

Atas sarannya itu, Kiai Hanief telah memerintahkan sekretaris Takmir Masjid Agung Semarang untuk membuat surat dan atau maklumat tentang sikap resmi takmir.

“Saya perintahkan sekretaris untuk membuat surat tentang sikap resmi takmir Masjid Kauman. Tentang surat laporan ke Bawaslu, akan kami musyawarahkan dulu. Mas Ichwan akan kami minta saran lagi nanti,” tutur Kiai Hanief yang mengasuh Ponpes An-Nasimiyah Puspanjolo, Semarang Barat, ini.

Baca: Masif Beriklan di TV, Dari Mana Sumber Uangnya Ketua Umum PSI?

Ichwan menerangkan, secara hukum yang akan menentukan apakah shalat jumat Prabowo berisi kampanye atau tidak adalah kewenangan Bawaslu.

Dari hasil komunikasinya, dia mendapat informasi bahwa Bawaslu Kota Semarang akan melakukan pengawasan acara tersebut.

“Bawaslu Kota Semarang akan mengawasi. Tadi saya mendapat balasan begitu dari ketua Bawaslu Kota Semarang. Apakah akan ada tindakan pencegahan atau pelarangan, mari kita serahkan ke pihak berwenang yaitu Bawaslu,” tutur komisioner Panwaslu Kota Semarang tahun 2012-2014 ini.

Rencana Prabowo shalat jumat di Masjid Kauman Semarang telah diumumkan besar-besaran.

Sejumlah pamflet diketahui telah disebar di seantero Kota Semarang.

Termasuk ditempel di beberapa kampus dan masjid.

Pamflet dan ajakan ikut shalat jumat bersama Prabowo itu juga telah viral di media sosial.

Sejak Rabu (13/2/2019) pagi, sejumlah pemilik akun Facebook, Twitter, dan Instagram mengunggah pamflet tersebut.(tribun jateng)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Mobil Yang Ditumpangi Prabowo Dijadikan Objek Selfie Emak-emak, dan Update Suasana Terakhir dan Tokoh yang Hadir Jelang Prabowo Jumatan di Masjid Kauman Semarang.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved