Massa Obrak-abrik Kantor Keuchik di Nagan Raya

Puluhan warga Desa Sapek, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, mengobrak-abrik kantor keuchik setempat usai shalat Jumat

Massa Obrak-abrik Kantor  Keuchik di Nagan Raya
SERAMBI/SA'DUL BAHRI
Sejumlah mobiler Kantor Keuchik dilemparkan ke parit jalan oleh sejumlah warga di Desa Sapek, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan Raya, Jumat (15/2) sebagai bentuk protes karena tidak menerima Plt keuchik yang baru di desa tersebut.SERAMBI/SA'DUL BAHRI 

SUKA MAKMUE - Puluhan warga Desa Sapek, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya, mengobrak-abrik kantor keuchik setempat usai shalat Jumat, kemarin. Aksi tersebut diduga sebagai bentuk protes terhadap kebijakan bupati dan camat terkait penunjukan Pelaksana tugas (Plt) keuchik desa itu yang menurut mereka tidak sesuai dengan kesepakatan sebelumnya. Dalam aksi itu, massa menghancurkan semua mobiler dan memecahkan kaca jendela kantor keuchik tersebut.

Informasi yang diperoleh Serambi, kemarin, Surat Keputusan (SK) Plt Keuchik Sapek diserahkan oleh Camat Seunagan kepada A Rahman Nur, Jumat (15/2). Warga yang mengetahui hal itu langsung bersikap dengan merusak kantor keuchik dan isinya. Semua mobiler dilemparkan ke parit jalan yang ada di sekitar kantor tersebut. Menindaklanjuti peristiwa itu, polisi langsung turun ke lokasi guna mengamankan dan menenangkan situasi yang sempat memanas tersebut.

“Di sini (Desa Sapek) ada dua kubu masyarakat yang tidak sepaham. Sebagian tidak menerima Plt Keuchik dan sebagian lainnya mendukung keuchik yang baru. Tapi, kita sudah berhasil menenangkan kedua belah pihak tersebut, meski sempat ada sedikit insiden,” jelas Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto melalui Kapolsek Seunagan Iptu Nyak Banta kepada Serambi, di lokasi, Jumat (15/2).

Dikatakan, dalam insiden itu warga mengobrak-abrik kantor keuchik dan isinya. Massa juga mengumpulkan kayu yang ada di kompleks kantor keuchik lama dan kemudian membakarnya di halaman gedung tersebut. Namun, api tak sampai memangsa kantor yang sudah lama tidak digunakan lagi.

Rosi, perwakilan warga yang melakukan aksi itu mengatakan, penunjukan plt keuchik desa itu dinilai tidak sesuai dengan kesepakatan bersama pada 31 Januari 2019, dimana akan ditunjuk sekretaris desa (sekdes) atau pegawai kantor camat setempat sebagai plt keuchik. Tapi, pada kenyataannya yang ditunjuk sebagai Plt keuchik adalah warga desa setempat. Karena itulah, sambung Rosi, pihaknya kecewa terhadap keputusan tersebut. “Kami tak terima penunjukan plt keuchik karena tidak sesuai dengan kesepakatan,” ulangnya.

Plt Keuchik Sapek, A Rahman Nur yang dikonfirmasi Serambi secara terpisah, kemarin, mengatakan, perusakan kantor keuchik didalangi oknum tertentu dan warga yang tak sepakat dengan keputusan bupati yang menunjuknya sebagai Plt Keuchik. “Saya perkirakan warga yang ikut aksi itu tidak sampai 50 orang atau tak sampai seperempat dari jumlah warga Sapek yang punya hak pilih sekitar 300 orang,” ungkap A Rahman.

Karena itu, menurutnya, tindakan anarkis yang dilakukan oleh sebagian warga desa tersebut harus diproses hukum. Sebab, tambah A Rahman, jika dibiarkan tentu akan menimbulkan masalah di masa mendatang dan merusak kedamaian yang ada di kalangan masyarakat selama ini. “Kita berharap pelaku perusakan kantor keuchik segera diproses hukum. Sebab, tindakan itu sudah menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat dan menjadi pelajaran baik saat saya memimpin maupun keuchik lain nantinya,” pungkas A Rahman Nur.(c45)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved