Rencana Revisi UU TNI Demi Lowongan Kerja Para Perwira Menuai Kontroversi

Wacana revisi UU TNI yang memberi peluang anggota TNI aktif duduk di kementerian/lembaga, menuai kontroversi khususnya dari kalangan pegiat HAM.

Rencana Revisi UU TNI Demi Lowongan Kerja Para Perwira Menuai Kontroversi
diajurit.tni-au.mil.id
Pendaftaran Tamtama Prajurit Karir TNI AU Gelombang I tahun 2019. 

Dalam konteks lain, kata dia, juga akan membuat masalah serius terkait penegakan hukum.

Apalagi jika anggota TNI aktif tersebut ditempatkan pada jabatan sipil dan melakukan tindak pidana.

"Pasti akan terjadi tarik menarik yurisdiksi antara peradilan militer dan umum, bahkan penerapan koneksitas pun akan mengalami masalah," jelas dia.

Tidak hanya Komnas HAM, LSM HAM Imparsial menilai rencana penempatan militer aktif pada jabatan sipil melalui revisi UU TNI tidak tepat.

Senada dengan Anam, Direktur Imparsia Al Araf mengatakan penempatan TNI aktif pada jabatan sipil dapat mengembalikan fungsi kekaryaan TNI yang dulunya berpijak pada doktrin dwifungsi ABRI yang sudah dihapus sejak reformasi.

"Hal ini tentu tidak sejalan dengan agenda reformasi TNI dan dapat mengganggu tata sistem pemerintahan yang demokratis," kata dia.

Reformasi TNI mensyaratkan militer tidak lagi berpolitik dan salah satu cerminnya adalah militer aktif tidak lagi menduduki jabatan politik seperti di DPR, Gubernur, Bupati, jabatan di kementerian dan lainnya, kata dia.

Sejak UU TNI disahkan kata Al Araf, militer aktif hanya menduduki jabatan-jabatan yang memiliki keterkaitan dengan fungsi pertahanan seperti kementerian pertahanan, kementerian politik, hukum dan intelijen negara dan lainnya, yang diatur dalam Pasal 47 ayat 2 UU TNI.

Dalam konteks itu, kata Al Araf, rencana perluasan agar militer aktif bisa menduduki jabatan di kementerian lain perlu dikaji dan dipertimbangkan.

"Jangan sampai hal itu tidak sejalan dengan agenda reformasi TNI dan mengembalikan fungsi kekaryaan yang sudah dihapus," jelas dia.

Halaman
1234
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved