Tiga Santriwati Masih Dirawat

Dari sepuluh santriwati Dayah Al-Ikhlas Abu Ishaq Al-Amiry Lamsayeun, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, yang dirawat di Rumah Sakit

Tiga Santriwati Masih Dirawat
SERAMBI/M ANSHAR
SANTRI Dayah Al-Ikhlas Abu Ishak Al-Amiri Lamsayeun, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar yang terseret arus di Pantai Syiah Kuala saat dirawat di IGD RSUDZA, BandaAceh, Kamis (14/2). 

BANDA ACEH - Dari sepuluh santriwati Dayah Al-Ikhlas Abu Ishaq Al-Amiry Lamsayeun, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, yang dirawat di Rumah Sakit Umum dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, Kamis (14/2), tiga orang masih harus mendapatkan perawatan intensif. Sedangkan tujuh santriwati lainnya telah diizinkan pulang pada hari Jumat (15/2).

Hal itu ersebut disampaikan Kasubbag Infokom RSUZA, Rahmady SKM, kepada Serambi, Jumat kemarin.

Menurutnya, ketiga santri yang masih dirawat di RSUZA itu adalah Rahmatul Aulia yang berada di ruang Intensive Care Unit (ICU). Lalu Khairunnisa (22) dan Magfirah (17), ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Di sisi lain, meski ketujuh santriwati itu telah diperbolehkan pulang, mereka masih tetap dalam pengawasan dan pemantauan tim medis.

Itu karena, ketujuh santri itu mengalami syok (shock), saat mengetahui tiga rekan mereka meninggal gara-gara terseret arus di Pantai Syiah Kuala, Banda Aceh, pada Kamis (14/2) sore.

Menurut Rahmady, ketujuh santriwati yang telah diizinkan pulang itu masing-masing Syarifah, Asmaul Husna (18), Jannatun Jamilah (18), Hilwa Safara (18), Aisyah Nabila (18), Desi Milda Yanti (17), dan Zafira (17).

Seperti diberitakan kemarin tiga santriwati Dayah Al-Ikhlas Abu Ishaq Al-Amiry Lamsayeun, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, meninggal setelah terseret arus di Pantai Syiah Kuala, Banda Aceh, Kamis (14/2) sekitar pukul 14.30 WIB. Selain itu, dua orang lagi yang ikut terseret arus berhasil diselamatkan, tapi harus dirawat intensif di rumah sakit.

Ketiga santriwati yang meninggal itu adalah Nurhanifah (17), Raisatul Khairah (15), asal Blangbintang, dan Raihan Syakira (17) asal Seulimuem, Aceh Besar. Delapan santri lainnya yang menyaksikan kejadian itu syok dan ikut dirawat di RSUZA. Musibah itu terjadi saat 200-an santriwati bersama ustazah dari dayah kawasan Lambaro, Aceh Besar itu berkumpul di Pantai Syiah Kuala. Beberapa santri bermain di pinggir pantai yang tidak jauh dari Kompleks Makam Syiah Kuala. Satu di antaranya, Nurhanifah, mandi lebih awal.

Tiba-tiba ia terseret arus dan terlihat oleh empat temannya yang berada di pinggir pantai. Keempatnya langsung berupaya membantu. Di antara empat temannya itu adalah Raisatul Khairah dan Raihan Syakira yang juga ikut terseret arus dan akhirnya meninggal dunia. (mir)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved