5 Maret, Nyak Sandang ke Tanah Suci

Salah seorang pemilik obligasi pembelian pesawat Seulawah RI 001, Nyak Sandang dijadwalkan akan diberangkatkan

5 Maret, Nyak Sandang ke Tanah Suci
Mustafa Husein Woyla
Nyak Sandang (91), pemilik obligasi pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI 001, memperlihatkan Koran Serambi Indonesia edisi Senin (26 November 2018) yang memuat foto dirinya bersama Ustaz Abdul Somad. 

JAKARTA - Salah seorang pemilik obligasi pembelian pesawat Seulawah RI 001, Nyak Sandang dijadwalkan akan diberangkatkan ke Tanah Suci unutk menjalankan ibadah umrah pada 5 Maret 2019 mendatang. Nyak Sandang direncanakan berangkat dengan didampingi anak dan menantunya. Demikian disampaikan Ketua For Jokow1 Aceh, Fachrulsyah Mega seusai mendampingi Deputi V Kantor Staf Kepresidenan, Jaleswari Pramodhawardani mengunjungi Nyak Sandang di Aceh Jaya, Sabtu (15/2).

Fachrulsyah mengatakan, Kantor Kepresiden juga sudah mengonfirmasikan mengenai pembangunan masjid di Gampong Lhuet, Kecamatan Lamno Jaya, Aceh Jaya dilakukan pada tahun ini. Dalam waktu dekat, ujarnya, tim dari Kementeriann PUPR akan turun ke lokasi untuk memulai pembangunan masjid yang sudah dirintis oleh masyarakat setempat sejak sembilan tahun silam.

“Presiden Joko Widodo saat bertemu Nyak Sandang telah menjanjikan pembangunan masjid dan pemberangkatan umrah. Insya Allah, janji itu ditunaikan dalam waktu dekat ini juga,” kata Fachrulsyah Mega yang juga Koordinator Juru Bicara TKD Aceh.

Menurut dia, Nyak Sandang sangat gembira bahwa usulan pembangunan masjid dan keberangkatannya ke Tanah Suci dapat terlaksana dalam waktu dekat. Nyak Sandang juga berdoa kiranya masih bisa ikut mendirikan shalat di masjid yang akan dibangun itu nanti. Dalam pertemuan itu, sebut Fachrulsyah, selain Nyak Sandang, juga hadir panitia pembangunan masjid, tokoh masyarakat, serta Ketua NU Aceh, Tgk Faisal Ali.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo dua kali bertemu Nyak Sandang. Pertama saat Nyak Sandang diundang ke Jakarta dan kedua saat Presiden datang ke Banda Aceh, beberapa waktu lalu. Nyak Sandang adalah salah seorang warga Aceh yang memiliki obligasi pembelian pesawat Seulawah RI 001 yang dimohonkan oleh Presiden Soekarno dalam lawatannya ke Aceh pada 16 Juni 1948.

Dalam satu pertemuan di Hotel Atjeh, Presiden Soekarno meminta bantuan rakyat Aceh untuk mengumpulkan dana bagi pembelian pesawat negara. Presiden Soekarno, bahkan pada malam pertemuan itu menolak beranjak ke meja makan sebelum permintaannya dipenuhi. Masyarakat Aceh kemudian memenuhi harapan Presiden Soekarno. Sebab, setelah pertemuan itu berduyun-duyun masyarakat Aceh menyumbangkan uang dan harta bendanya, baik yang ada di pesisir utara timur, barat, selatan maupun kawasan tengah Aceh.(fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved