Malik Mahmud Harap PA Raih Kursi Dominan

Ketua Majelis Tuha Peut Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), Malik Mahmud, berharap, PA bisa

Malik Mahmud Harap PA Raih Kursi Dominan
Malik Mahmud 

BANDA ACEH - Ketua Majelis Tuha Peut Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA PA), Malik Mahmud, berharap, PA bisa meraih kursi dominan di parlemen pada perhelatan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 kali ini. Dia berharap, raihan kursi PA harus lebih banyak dari dua pemilu yang telah digelar sebelumnya.

Harapan itu diutarakan oleh Malik Mahmud dalam sambutannya pada acara maulid akbar Nabi Muhammad Saw yang diselenggarakan Komite Peralihan Aceh (KPA) dan PA di Kantor DPA PA di Banda Aceh, Minggu (17/2). Acara itu dihadiri oleh sejumlah petinggi KPA dan PA termasuk Muzakir Manaf alias Mualem.

Malik Mahmud dalam sambutannya mengatakan, pada Pemilu 2009 lalu, Partai Aceh meraih suara mayoritas di Aceh dengan menguasai 47 persen kursi yang tersedia di DPRA. Sedangkan pada Pemilu 2014 lalu PA memperoleh 29 kursi dari 81 kursi yang diperebutkan di DPRA. “Maka pada pemilu tahun 2019 ini diharakan (PA) lebih banyak memperoleh kursi dari tahun 2009, dari pemilu sebelumnya,” kata Malik Mahmud yang kini juga menjabat sebagai Wali Nanggroe X.

Untuk itu, Malik mengajak semua kader PA untuk ikut berpartisipasi dalam menyukseskan pesta demokrasi tahun ini yang akan berlangsung pada 17 April mendatang. “Kita harapkan pesta demokrasi di Aceh akan berjalan dengan aman dan damai untuk semuanya,” katanya.

Soal pilihan di tubuh Partai Aceh, Malik mengaku percaya kepada semua kader partai yang menaungi eks kombatan GAM tersebut. “Saya percaya seluruh kader PA dapat menentukan pemimpin di tingkat DPRA, DPRK, dan menentukan pilihan untuk pemimpin nasional yang demokrasi dan dapat dipercaya, langsung, bebas, dan rahasia. Tentu untuk kemakmuran dan kesejahteraan Aceh ke depan,” kata Malik Mahmud.

Dia juga menyebutkan, bahwa PA adalah sebuah partai politik lokal yang lahir dari sebuah perjuangan politik di Aceh puluhan tahun lalu. “PA lahir dari sebuah perjuangan politik, diplomasi yang mendunia, dan dari gerakan militer selama 30 tahun, di mana telah syahid lebih kurang 30 ribu masyarakat Aceh, sudah hilang harta benda, meninggalkan ribuan anak yatim dan inong balee,” pungkas Malik Mahmud.

Sementara itu, Ketua DPA PA, Muzakir Manaf alias Mualem berharap, perdamaian Aceh yang telah diraih adalah sesuatu yang cukup mahal harganya. Oleh karena itu dia berharap para kader PA dan semua masyarakat Aceh bersama merawatnya.

“Walau kita lihat ada desas-desus ada orang-orang yang menginginkan Aceh ini tidak aman, oleh sebab itu tanggung jawab kita semua untuk menjaganya demi kesejahteraan Aceh di masa hadapan,” pungkas Mualem.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved