23 Nelayan Masih di Myanmar

Sebanyak 23 nelayan Aceh Timur yang ditangkap Angkatan Laut Miyanmar pada 6 Februari 2019 masih ditahan di negeri

23 Nelayan Masih di Myanmar
Bupati Aceh Timur, H Hasballah HM Thaib

* Bupati Aceh Timur Minta Dibebaskan

JAKARTA - Sebanyak 23 nelayan Aceh Timur yang ditangkap Angkatan Laut Miyanmar pada 6 Februari 2019 masih ditahan di negeri tersebut. Bupati Aceh Timur Hasballah M Thaib, Selasa (19/2) meminta kepada Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Denny Abdi di Kantor Kemenlu untuk membantu pembebasan para nelayan itu.

Bupati Rocky didampingi wakil rakyat Aceh di DPR RI, M Nasir Djamil saat menemui Denny Abdi. “Nelayan yang ditangkap itu adalah masyarakat kecil dan sebagai kepala daerah, saya berkewajiban meminta agar mereka bisa dibebaskan,” kata Bupati Rocky.

Bupati menjelaskan di Aceh Timur terdapat 1.600 kapal penangkap ikan ukuran besar maupun kecil. Dikatakan, dari 520 ribu penduduk Aceh Timur, sekitar 40 persen berprofesi sebagai nelayan dan saya dulu juga nelayan,” kata Rocky.

Anggota DPR RI M Nasir Djamil dalam pertemuan itu mengharapkan Kemenlu melakukan pendekatan bilateral dengan Myanmar, sehingga nelayan Aceh Timur tersebut bisa dibebaskan dan dipulangkan ke Aceh.

“Sebelumnya kami menyampaikan terima kasih, bahwa 14 nelayan Aceh Timur sebelumnya sudah dipulangkan dan kami percaya langkah-langkah Kemenlu dan Dubes RI di Myanmar sangat efektif membebaskan nelayan Aceh yang kembali ditangkap di Myanmar,” kata Nasir Djamil.

M Nasir Djamil juga meminta bantuan Kemenlu dan Dubes RI memulangkan kapten kapal KM Bintang Jasa yang masih ditahan di Myanmar. “Kami yakin Kemenlu punya cara-cara diplomatis memulangkan kapten Bintang Jasa,” ujar Nasir.

Dalam pertemuan itu, Bupati Rocky dan Nasir Djamil juga meminta Kemenlu memfasilitasi pemulangan kerangka jenazah anak buah kapal (ABK) KM Bintang Jasa, Nurdin, yang meninggal dunia pada saat KM Bintang Jasa ditangkap. Karena Nurdin menceburkan diri ke laut untuk menyelamatkan diri dan dikebumikan secara Islam di Myanmar.

Bupati Rocky mengharapkan kersngka jenazah Nurdin bisa dibawa pulang ke Aceh Timur dan seluruh biaya akan ditanggulangi Pemkab Aceh Timur. Nasir Djamil menyatakan bagi masyarakat Aceh, sangat penting tempat ziarah. “Kalau kelak bisa dipulangkan kerangka jenazahnya dan dikebumikan kembali di Aceh Timur, maka mudah bagi keluarga menziarahi,” ujar Nasir.

Menanggapi permintaan itu, Direktur Asia Tenggara Kemenlu, Denny Abdi mengatakan Kemenlu RI sudah melakukan koordinasi dengan Dubes RI di Myanmar terkait ditangkapnya 23 nelayan Aceh Timur.

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan Dubes dan telah melakukan komunikasi dengan Pemerintah Myanmar. Kita terus lakukan upaya-upaya diplomasi, membebaskan nelayan kita itu,” kata Denny Abdi.

Dia memberi apresiasi kepada Bupati Aceh Timur yang sangat pro aktif membebaskan nelayan tersebut dan mendatangi Kemenlu. “Dubes kita di Myanmar sedang melakukan usaha membebaskan nelayan Aceh Timur ini,” ujarnya. Menurut Denny Abdi, Indonesia dan Myanmar memiliki hubungan yang sangat baik.

“Kita manfaatkan peluang-peluang yang ada, seperti hubungan baik kita dengan Myanmar,” ujar Denny. Untuk menghindari terulangnya kembali kasus penangkapan nelayan karena pelanggaran wilayah, Denny Abdi mengusulkan perlunya dilakukan sosialisasi batas wilayah kepada nelayan Aceh Timur.

“Kita sosialisasi bersama, termasuk kita ajak Dubes Myanmar dalam sosialisasi tersebut. Sehingga masyarakat tahu batas wilayah dan tidak melanggarnya, agar tidak terulang kembali peristiwa serupa,” ujar Denny.

Bupati Rocky menyatakan sependapat atas sosialisasi batas wilayah tersebut. “Saya sangat setuju. Kami akan fasilitasi kapanpun dilaksanakan,” ujar Bupati Rocky.(fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved