Polisi Buru Pemodal Pasutri

Aparat Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bireuen mulai memburu pemodal yang diduga ikut

Polisi Buru Pemodal Pasutri
GUGUN HARDI GUNAWAN,Kapolres Bireuen

* Kasus Dugaan Sindikat Rokok Ilegal

BIREUEN - Aparat Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bireuen mulai memburu pemodal yang diduga ikut terlibat dalam sindikat rokok ilegal. Bahkan, pasangan suami istri (pasutri), Syukri dan Cut Nilawati juga menerima modal.

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Eko Rendi Oktama SH kepada Serambi, Selasa (19/2) mengatakan, hasil pengembangn sementara, ada seseorang yang diduga sebagai pemodal bagi pasangan suami istri yang terlibat dalam sindikat rokok ilegal.

“Hasil penyelidikan sementara terhadap suami istri dan seorang tersangka lainnya yang kini masih ditahan di Polres Bireuen, diduga ada pelaku lain yang disebut-sebut sebagai pemodal dalam menjalankan bisnis rokok ilegal asal luar negeri itu,” terang Kasat Reskrim.

Dikatakannya, pemodal itu merupakan warga Bireuen dan kini masih diburu oleh aparat penegak hukum. Pihaknya mengaku sulit untuk mengungkapkan sindikat rokok ilegal itu, karena suami istri dan seorang tersangka yang sudah ditahan kurang kooperatif dalam memberi keterangan.

“Kami harus melakukan pengembangan lebih dalam dan bekerja ekstra untuk mengusut tuntas kasus ini, karena para tersangka kurang kooperatif dalam memberi keterangan kepada polisi,” ujar Eko.

Pun demikian, Sat Reskrim Polres Bireuen terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap tersangka. Apalagi kini pihaknya mulai mengejar pemodal yang diduga menjadi otak dari sindikat rokok ilegal. “Pemodal itu nantinya bisa sebagai tersangka baru. Ia orang Bireuen, tapi identitasnya belum bisa kita publikasikan,” terang Kasat Reskrim.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tim kepolisian dari Satreskrim Polres Bireuen menembak pasangan suami istri (pasutri), Syukri (46) dan Cut Nilawati (39), warga Desa Cot Jrat, Kecamatan Kota Juang, Bireuen yang diduga terlibat dalam sindikat perdagangan rokok ilegal. Kasus yang menggegerkan itu terjadi Senin (21/1) siang di rumah pasutri tersebut.

Syukri dan Cut Nilawati ditembak karena melawan saat ditangkap. Bahkan, pasutri ini berupaya merebut senjata polisi dengan menggunakan sebilah parang. Seorang anggota Sat Reskrim Polres Bireuen saat itu juga harus dilarikan ke rumah sakit karena luka bacok akibat terkena sabetan parang Cut Nilawati.

Sementara itu, Iptu Eko Rendi Oktama SH menambahkan, sindikat peredaran rokok ilegal itu diduga sudah berjalan selama setahun ini. “Hasil penyelidikan sementara terhadap tiga tersangka, mereka mengaku sudah menjalankan aksinya sejak setahun ini,” katanya.

Selain itu, dari hasil pengembangan di lapangan dan keterangan beberapa pedagang yang ikut menjual rokok ilegal dalam wilayah hukum Polres Bireuen, mereka mengaku peredaran rokok ilegal di kios-kios di Kota Juang sudah berjalan selama setahun terakhir ini.(c38)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved