Elemen Sipil Minta Polisi Periksa Pamtup Bupati

Koalisi elemen sipil di Aceh Barat yang terdiri atas Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh

Elemen Sipil Minta Polisi Periksa Pamtup Bupati
IST
Massa dari Desa Arongan Kecamatan Arongan Lambalek, Aceh Barat ketika menghadang bupati di halaman kantor camat setempat 

MEULABOH - Koalisi elemen sipil di Aceh Barat yang terdiri atas Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh Pos Meulaboh, Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Barat, dan Gerakan Antkorupsi (GeRAK) Aceh Barat meminta kepolisian setempat mengusut tuntas kasus penggunaan pistol untuk menakut-nakuti massa yang dilakukan seorang ajudan atau adc (aide-de-camp) Bupati Aceh Barat, Ramli MS, saat berada di Arongan Lambalek, Rabu (20/2).

Permintaan agar kasus itu diusut disampaikan staf LBH Meulaboh, Riki Yuniagara MH, Koordinator YARA Aceh Barat, Hamdani, dan Koordinator GeRAK Aceh Barat, Edy Syah Putra dalam konferensi pers bersama di Sekber Jurnalis Aceh Barat, Warkop Endatu Kupi di Meulaboh, Kamis (21/2).

“Kapolres Aceh Barat harus melakukan pengusutan terhadap oknum adc bupati yang diduga melakukan penganiayaan,” kata Riki Yuniagara.

Menurut Riki, melalui pengusutan akan jadi jelas duduk soal yang sesungguhnya sehingga kasus mengeluarkan pistol dengan mengarahkannya kepada warga itu diharapkan ke depan tak terjadi lagi di Aceh Barat. “Kami mendorong agar kasus ini diungkap dan disampaikan hasilnya secara terbuka kepada publik,” tambah Edy Syah Putra.

Di sisi lain, elemen sipil di Aceh Barat juga mendesak Pemkab Aceh Barat segera menyelesaikan permasalahan warga Gampong Arongan, Kecamatan Arongan Lambalek dengan secepatnya. “Ini agar tidak terjadi konflik horizontal, mengingat masyarakat Gampong Arongan sekarang berdomisili di lokasi, yakni Arongan Lama dan Arongan hasil relokasi,” kata Koordinator YARA.

Menurut Edy, persoalan ini memuncak karena tak ada penyelesaian serta berlarut-larut dan tidak ada keterangan dari pemkab selaku pihak yang bertanggung jawab dalam sebuah wilayah kabupaten. “Kita mendorong pemkab segera duduk bersama dengan sejumlah kalangan sehingga bisa dituntaskan,” kata Edy.

YARA juga mempertanyakan bila tidak selesai akan menjadi persoalan yang akan terus berlarut. Termasuk persoalan dana desa yakni apakah dibangun pada desa pertapakan lama atau di lokasi relokasi yakni di desa lain yang kini ditempati sebagian warga. “Harapan kita persoalan ini juga tidak berdampak pada penyalahgunaan dari dana desa karena pembangunan tentu pada daerah sesuai dengan peruntukan,” ujarnya.

Diperiksa
Sementara itu, Serambi memperoleh informasi bahwa seorang anggota polisi yang menjadi pengaman tertutup (pamtup) Bupati Aceh Barat sudah dimintai keterangan oleh provos. Provos juga memeriksa saksi-saksi yang dihadirkan oleh sang pamtup.

Sumber Serambi mengatakan, tiga warga Arongan yang menjadi pelapor atau korban dari dugaan pemukulan oleh oknum adc sudah diperiksa sehari sebelumnya. Mereka yang terdiri atas Dedi Gunawan, Herman, dan Safrizal juga sudah divisum di rumah sakit setempat.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan Setdakab Aceh Barat, Mirsal SSos yang dimintai tanggapannya terkait persoalan yang muncul di Desa Arongan, Kecamatan Arongan Lambalek itu berpendapat sebenarnya sesama warga bisa saling menghargai dan tidak harus beda pendapat. “Adanya dua lokasi tempat warga menetap ini berawal ketika bencana tsunami melanda 2004 silam,” katanya.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved