Penggemukan Sapi Jadi Idola BUMDes Aceh Besar

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh, Drs Bukhari MM bersama staf yang melakukan

Penggemukan Sapi Jadi Idola BUMDes Aceh Besar
SERAMBI/HERIANTO
KADIS PMG Aceh, Bukhari dan staf meninjau usaha penggemukan sapi di Desa Paleuh Pulo, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (20/2). 

BANDA ACEH - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh, Drs Bukhari MM bersama staf yang melakukan kunjungan kerja ke sejumlah desa di Aceh Besar menyatakan, ada dua kegiatan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang menonjol di kabupaten itu, yaitu usaha penggemukan sapi dan simpan pinjam.

“Kedua usaha itu lebih menonjol karena selain terkenal sebagai daerah lumbung pangan khususnya padi, Aceh Besar juga sebagai daerah sentra produksi ternak sapi,” kata Drs Bukhari MM kepada Serambi, Kamis (21/2).

Bukhari menjelaskan, usaha penggemukan sapi di Aceh Besar sudah merupakan usaha peternakan turun temurun nenek moyang, karena itu perlu dipertahankan. “Sekdes Gampoeng Paleuh Pulo, Kecamatan Ingin Jaya, Muhsin dalam laporannya kepada kami mengatakan, usaha penggemukan sapi menjadi pilihan anggota kelompok tani ternak di desanya, pertama karena sudah menjadi usaha turun temurun, kedua rumput gajah dan jenis lainnya sangat mudah tumbuh di pinggiran bantaran Krueng Aceh,” ucapnya.

Setiap orang anggota kelompok ternak, memiliki sapi dua sampai tiga ekor. Di mana mereka membeli sapi jantan senilai antara Rp 15 juta-Rp 23 juta. Setelah dipelihara selama 12-24 bulan, harga sapinya meningkat menjadi Rp 36 juta. “Dalam jangka waktu 12-24 bulan terjadi kenaikan harga Rp 10-13 juta untuk satu ekor sapi,” lapor Muhsin kepada Kadis DPMG Aceh.

Selain usaha penggemukan sapi, beber Muhsin, unit usaha lain yang disukai masyarakat adalah usaha simpan pinjam. Usaha ini sangat membantu masyarakat yang berprofesi sebagai pedagang, terutama pedagang kelontong, kue-kue Aceh, pedagang buah, bordir, muge ikan, dan lainnya. Pinjaman yang diberikan antara Rp 1 juta-Rp 5 juta/anggota masyarakat tanpa bunga.

Kepada desa-desa yang telah menjalankan usaha penggemukan sapi dan simpan pinjamnya dengan baik, Bukhari menekankan, untuk terus melanjutkannya sambil berusaha melakukan pengembangan ke usaha lain yang menguntungkan masyarakat dan BUMDesnya. “Contohnya seperti yang dilakukan BUMDes Blang Krueng, mereka memiliki 12 unit usaha, dua di antaranya usaha penggemukan sapi dan simpan pinjam,” tukasnya.

Bahkan, imbuh Kadis DPMG Aceh ini, dari 12 unit usaha yang dikembangkan BUMDes Blang Krueng, ada satu unit usaha yang menarik dan unik, yaitu Bank Sampah. Usaha ini, ulasnya, memberikan dampak yang luas bagi masyarakat, di mana sampah plastik yang biasanya merusak lingkungan, diolah menjadi sumber pendapatan yang relatif besar.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved