13 Kasus DBD Terdeteksi

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang menimpa warga di Aceh Barat hingga Februari 2019, terdeteksi sudah mencapai 13 kasus

13 Kasus DBD Terdeteksi
KOMPAS.COM
Nyamuk penyebab DBD 

* Dua Pasien Masih Dirawat

MEULABOH - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang menimpa warga di Aceh Barat hingga Februari 2019, terdeteksi sudah mencapai 13 kasus. Bahkan, dua penderita berbahaya tersebut hingga kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Nyak Dhien (RSUD-CND) Meulaboh, Aceh Barat.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Aceh Barat, H TR Ridwan MKes, didampingi Kabid Penanggulangan dan Pemberantasan Penyakit (P2), M Idrus SKM MKes kepada Serambi, Jumat (22/2) kemarin, menjelaskan, sebanyak 13 kasus DBD itu tersebar di tiga kecamatan meliputi Kecamatan Johan Pahlawan, Meureubo, dan Samatiga. “Dari 13 orang penderita DBD, hingga hari ini (kemarin-red), terdapat dua orang yang masih dirawat di RS Cut Nyak Dhien,” katanya.

Kadinkes menjelaskan, pihaknya langsung bereaksi cepat untuk melakukan langkah pencegahan begitu mendapat laporan ada kasus DBD. Salah satunya dengan turun ke lokasi tempat penderita DBD tersebut menetap. “Terhadap laporan warga yang ditemukan terjangkit DBD, Dinkes sudah turun dan melakukan fogging (pengasapan) bersama petugas Puskesmas. Tujuannya untuk mencegah penyebaran,” ujarnya.

Idrus menambahkan, kewaspadaan dini mutlak harus diterapkan agar penyakit yang tergolong mematikan tersebut tidak mewabah. Untuk itu, sosialisasi tentang tatacara penyebaran DBD dan bagaimana pencegahannya perlu diintensifkan di tengah masyarakat. “Intinya, masyarakat harus diingatkan agar terus waspada secara dini terhadap serangan penyakit DBD,” tukasnya.

Galakkan Pola 3M
Sementara itu, Kabid Penanggulangan dan Pemberantasan Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Aceh Barat, M Idrus SKM MKes menekankan, peran serta masyarakat dalam pemberantasan penyakit demam berdarah dengue (DBD) memang sangat penting dan menentukan. Pasalnya, kepedulian warga untuk terus menjaga kebersihan lingkungan masing-masing akan membuat jentik nyamuk aedes aegypti yang menjadi penyebab DBD tidak bisa berkembangbiak.

“Oleh sebab itu, kepada masyarakat kita imbau untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan rumah masing-masing, baik melalui program ‘Jumat Bersih’ atau kegiatan gotong royong sehingga dipastikan tidak ada sarang nyamuk untuk berkembangbiak,” ucapnya.

Adapun langkah pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat, rinci Idrus, adalah melakukan pemberantasan sarang nyamuk lewat fogging atau pengasapan dan menggalakkan serta menerapkan pola ‘3M’, yakni menutup tempat atau wadah yang bisa menampung air, menguras bak mandi, dan mendaur ulang barang bekas. “Karena benda atau wadah tersebut bisa menjadi tempat berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti,” pungkasnya.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved