Kasus Pungli Disdik Disidangkan

Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Jumat (22/2), mulai menyidang kasus dugaan pungutan liar

Kasus Pungli Disdik Disidangkan
KOMPAS.COM
Ilustrasi 

* JPU Baca Dakwaan

MEULABOH - Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banda Aceh, Jumat (22/2), mulai menyidang kasus dugaan pungutan liar (pungli) dana alokasi khusus (DAK) 2018 dengan terdakwa pegawai dan rekanan dari Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh Barat. Agenda sidang perdana kemarin, berupa pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Aceh Barat.

Informasi yang diperoleh Serambi, Jumat kemarin, sidang perdana itu dihadiri empat terdakwa yang disidangkan secara bergiliran alias satu persatu. Sidang diawali dengan terdakwa Mahlil Budiman, seorang rekanan, yang kemudian dilanjutkan persidangan Ahlizar, mantan kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Setelah itu, berlanjut ke terdakwa Zamlinar, mantan kepala SDN Ranto Panyang II, serta terakhir Riswandi, selaku tenaga honorer. Keempat terdakwa turut didampingi penasehat hukum (PH).

Dalam sidang perdana itu, JPU Fakhrol Rozi membacakan dakwaan dengan pasal berbeda dari keempat terdakwa yang dijerat dengan Undang-undang (UU) Tipikor. Namun setelah pembacaan dakwaan, majelis hakim mempertanyakan ke terdakwa apakah akan menyampaikan eksepsi. Namun, karena terdakwa menjawab tidak, maka hakim ketua kembali menunda sidang ke 3 Maret 2019.

Setelah prosesi persidangan, keempat terdakwa kembali dibawa ke Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) di Banda Aceh tempat selama ini mereka ditahan setelah dipindahkan dari Lapas Meulaboh. Penahanan keempat terdakwa itu dipisah. Tiga orang yakni, Mahlil, Ahlizar, dan Riswandi, ditahan di Lapas Kahju, sedangkan Zamlinar ditahan di Lapas Lhoknga yang merupakan Lapas khusus wanita.

Seperti pernah diberitakan, Polres Aceh Barat menetapkan seorang pejabat Disdik Aceh Barat bersama seorang kepala sekolah, seorang kepala SKB, seorang tenaga honorer, dan seorang rekanan, sebagai tersangka dalam OTT kasus dugaan pungli di dinas tersebut. Kelimanya dibekuk Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Aceh Barat pada Senin, 20 Agustus 2018. Tim juga menyita uang dari tangan tersangka sebesar Rp 157,6 juta.

Pejabat dari DisdikAceh Barat itu ditangkap setelah polisi mendapat laporan tentang adanya praktik pungli dan tindak pidana korupsi proyek DAK tahun 2018 yang bersumber dari Pemerintah Pusat untuk pengadaan barang pada 21 sekolah di kabupaten itu. Polisi berhasil membekuk pelaku ketika sedang melakukan transaksi penyerahan uang dalam musalla sebuah bank di Meulaboh.

Setelah berkas kasus itu dinyatakan lengkap (P21) maka langsung diteruskan Polres ke Kejari Aceh Barat. Namun, dari lima orang yang menjadi tersangka, hanya empat yang dilimpahkan karena seorang pejabat Disdik meninggal dunia sehingga kasusnya gugur.

Tersangka Kasus PDPB Masih Ditahan
Sementara itu, dua tersangka kasus dugaan korupsi dana Perusahaan Daerah Pakat Beusare (PDPB), yakni mantan direktur utama (Dirut), SS (66) dan mantan direktur administrasi, R (45), dilaporkan hingga Jumat (22/2), masih ditahan di Lapas Meulaboh, Aceh Barat. Status keduanya merupakan tahanan titipan Kejari Aceh Barat. “Masih dalam tahap melengkapi berkas dakwaan untuk diteruskan ke PN Tipikor Banda Aceh,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Aceh Barat, Fakhrol Rozi SH kepada Serambi, kemarin.

Seperti diketahui, Polres Aceh Barat menahan SS (66), mantan dirut dan R (45), mantan direktur administrasi PD Pakat Beusare dalam kasus dugaan korupsi penyertaan modal dari APBK Aceh Barat. Keduanya ditangkap setelah polisi menerima hasil audit temuan kerugian negara dalam kasus itu mencapai Rp 1,7 miliar. Dana di PD Pakat Beusare itu bersumber dari APBK Aceh Barat tahun 2006 yang awalnya berjumlah Rp 2,5 miliar. Pada kasus itu, polisi berhasil mengamankan BB (barang bukti) sebesar Rp 331,5 juta.(riz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved