Pemerintah Berencana Audit Efektivitas 12 Kawasan Ekonomi Khusus, Termasuk KEK Arun

"Hasil evaluasi nanti akan diarahkan untuk perbaikan kebijakan pengembangan KEK lima tahun ke depan,"

Pemerintah Berencana Audit Efektivitas 12 Kawasan Ekonomi Khusus, Termasuk KEK Arun
Eks kilang Arun NGL Co, salah satu landskap Kawasan Ekonomi Khusus Arun Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah berencana mengaudit efektivitas 12 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Pemeriksaan ini untuk melihat pelaksanaan ke-12 KEK tersebut sebagai salah satu modal untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024.

Sumedi Andono Mulyo, Direktur Pengembangan Kawasan dan Wilayah Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, menuturkan, lembaganya sedang menyiapkan rancangan teknokratik RPJMN 2020–2024.

Baca: Tersesat di Hutan, Lima Pencari Getah Damar asal Gampong Rampah Serbajadi Ditemukan Selamat

Dalam rangka penyiapan dokumen itu, Bappenas perlu memastikan dulu pelaksanaan KEK, apakah berjalan dengan baik atau tidak.

"Hasil evaluasi nanti akan diarahkan untuk perbaikan kebijakan pengembangan KEK lima tahun ke depan," katanya.

Ke-12 KEK yang menjadi objek audit adalah KEK Arun Lhokseumawe, KEK Sei Mangkei, KEK Tanjung Api-Api, KEK Tanjung Kelayang, dan KEK Galang Batang.

Kemudian, KEK Tanjung Lesung, KEK Mandalika, KEK Palu, KEK Bitung, KEK Morotai, KEK Sorong, serta KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan.

Baca: Kota Pintar di Toronto Akan Dilengkapi dengan Robot, Infrastruktur Digital, dan Konektivitas 5G

Menurut Sumedi, audit juga akan menghasilkan langkah-langkah perbaikan dari sisi regulasi, lembaga pengelolaan, dan investasi.

Sebab, ketiganya merupakan persoalan besar yang selama ini dihadapi KEK.

Tiga isu yang mengemuka tersebut tentu jadi alasan pemerintah mengaudit efektivitas 12 KEK itu.

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved