Polres Tangkap Penganiaya Anak

Polres Nagan Raya, Rabu (20/2) menangkap IKD bin T Hasyim (37) tersangka penganiaya anak kandungnya

Polres Tangkap  Penganiaya Anak
SERAMBINEWS.COM/RISKI BINTANG
Kapolres Nagan Raya AKBP Giyarto. 

SUKA MAKMUE – Polres Nagan Raya, Rabu (20/2) menangkap IKD bin T Hasyim (37) tersangka penganiaya anak kandungnya, CM (9) di Desa Lueng Teungku Ben, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya.

IKD terlibat kasus penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri dengan cara menghunjamkan pukulan berkali-kali ke wajah korban yang masih bocah. Akibatnya, mata CM mengalami pendarahan hingga harus dirawat di RSUD Sultan Iskandar Muda (SIM) Nagan Raya.

Penangkapan tersangka dilakukan setelah ibu korban, SA (39) pada 18 Februari 2019 melaporkan kasus itu ke polisi karena tidak tahan atas tindak kekerasan yang dilakukan suaminya terhadap anak kandung mereka. Tindak kekerasan itu berlangsung di rumah mereka sendiri.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto melalui Kasat Reskrim AKP Boby Putra Ramadhan Sebayang kepada Serambi, Jumat (22/2) mengatakan, tersangka yang melakukan kekerasan fisik terhadap anak kandungnya sendiri itu dengan memukul dan menampar pipi kiri dan kanan korban. Sehingga pukulan di wajah anak itu mengenai mata dan mengakibatkan mengeluarkan darah di bagian mata kanan.

Disebutkan, peristiwa kekerasan itu terjadi, Senin 18 Februari 2019) sekira pukul 19.00 WIB di rumah pelapor, Desa Lueng Teuku Ben.

Menurut laporan, pada sare itu, CM sedang bermain di depan rumah bersama teman-temannya. Sedangkan ayahnya sedang tertidur di dalam kamarnya.

“CM masuk ke kamar menemui ayahnya sambil meminta ayahnya tidak bilang jangak (pencuri) untuk ibunya karena ibunya tidak pernah mencuri,” kata Kasat Reskrim Polres Nagan Raya, AKP Boby Putra mengutip laporan ibu korban.

Mendengar anaknya bicara begitu, IKD langsung mengejar dan menangkap IKD lalu menggendongnya ke dalam kamar rumah dan menganiaya korban hingga matanya berdarah.

Ibu korban yang melihat kejadian itu langsung menghampiri dan melerai suaminya agar tidak memukul anak. Tetapi tersangka bukannya mendengar malah melayangkan pukulan ke pipi istrinya.

Ketika kedua orangtuanya sedang gaduh, CM lari ke luar rumah menuju ke rumah tetangganya, Nur Asna (38) dengan kondisi mata berdarah. Tidak lama setelah itu, ibu korban menyusul anaknya ke rumah Nur Asna guna menenangkan anaknya yang sedang trauma.

Penanganan kasus itu oleh Unit PPA Sat Reskrim Polres Nagan Raya. Pelaku dibidik Pasal 76C jo Pasal 80 ayat (2) atau ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU-RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.(c45)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved