PWNU Nilai Kebijakan Nova Terkait Pelantikan Plt Tiga Lembaga Keistimewaan Aceh tak Arif

Pengangkatan tiga pelaksana tugas (Plt) kepala lembaga keistimewaan Aceh menuai kontroversi di tengah masyarakat.

PWNU Nilai Kebijakan Nova Terkait Pelantikan Plt Tiga Lembaga Keistimewaan Aceh tak Arif
ist
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk Faisal Ali 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pengangkatan tiga pelaksana tugas (Plt) kepala lembaga keistimewaan Aceh yaitu Majelis Adat Aceh (MAA), Majelis Pendidikan Aceh (MPA), dan Baitul Mal Aceh (BMA) oleh Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di rumah dinasnya, Jumat (22/2/2019) sore telah menuai kontroversi di tengah masyarakat.

Mereka yang dilantik adalah Saidan Nafi MHum sebagai Plt Ketua MAA menggantikan Badruzzaman Ismail, Prof Dr Abdi A Wahab sebagai Plt Ketua MPA menggantikan Prof Dr Warul Walidin Ak MA, dan Plt Kepala Baitul Mal Aceh, Drs Mahdi Ahmadi mengantikan Zamzami Abdulrani SSos yang sebelumnya juga sebagai Plt.

Ada yang menilai, kebijakan Nova tersebut tidak arif dan bijak karena langsung melantik Plt, khususnya terkait pengangkatan Plt kepala Majelis Adat Aceh (MAA).

Padahal hasil musyarawarah besar (mubes) lembaga itu memilih kembali Badruzzaman Ismail sebagai ketua.

Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tgk Faisal Ali mengatakan, seharusnya Plt Gubernur memanggil terlebih dahulu panitia mubes jika dianggap pelaksanaan mubes MAA tidak sesuai dengan qanun.

Baca: Nova Iriansyah Tunjuk Tiga Plt

“Kebijakan yang dilakukan oleh Plt Gubernur itu tidak arif,” katanya, Sabtu (23/2/2019).

Karena itu, meminta Nova agar mengoreksi dan meninjau kembali kebijakannya itu agar persoalan itu segera berakhir.

“Lembaga MAA ini kan lembaga orang tua-tua, orang yang sudah merasakan cukup asam garam. Jadi saya nilai hal-hal yang dilakukan Plt Gubernur itu tidak tepat,” ujarnya.

Tgk Faisal juga menyorot pengangkatan Plt kepala BMA di mana selama ini lembaga amil zakat tersebut juga dijabat oleh seorang Plt.

Menurut Tgk Faisal, tindakan Nova tersebut sangat jelas terlihat ada nuansa politis sehingga menimbulkan kesan adanya sikap like and dislike (suka dan tidak suka).  

“Jadi nampak sekali tindakan yang dilakukan Plt Gubernur sesuatu yang tidak bijak dan penuh tanda tanya. Saya kira berhak masyarakat mengkoreksi apa yang dilakukan Plt. Karenanya kita sangat sesalkan apa yang dilakukan Plt ini,” kata Tgk Faisal yang juga menjabat Wakil Ketua MPU Aceh ini.

Untuk mengkahiri polemik ini, Tgk Faisal meminta Nova agar mengoreksi dan meninjau kembali kebijakannya itu. “Beliau telah menciptakan permasalahan dalam suasana ketenangan. Menurut saya beliau tidak arif dan tidak memahami kultur ketimuran dalam mengangkat Plt-Plt itu,” pungkas dia. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved