Warga Keluhkan Bau Busuk Limbah PKS PT Syauqad

Masyarakat Kecamatan Panga, Aceh Jaya mengeluhkan bau busuk yang diduga berasal dari pabrik kelapa sawit (PKS)

Warga Keluhkan Bau Busuk Limbah PKS PT Syauqad
SERAMBINEWS.COM/DEDI ISKANDAR
DPRK Nagan Cek Limbah Cemari Sungai 

CALANG – Masyarakat Kecamatan Panga, Aceh Jaya mengeluhkan bau busuk yang diduga berasal dari pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Syauqad yang berada di kawasan Desa Alue Piet, kecamatan setempat.

Abdullah, warga Panga mengatakan, ia dan masyarakat yang lain sangat terganggu dengan bau busuk yang muncul hampir setiap malam di kawasan tersebut. “Biasanya sore dan menjelang magrib, sudah muncul itu bau limbah. Padahal, beberapa lalu sudah tidak ada lagi setelah ditegur Pemkab Aceh Jaya,” jelas Abdullah kepada Serambi, Rabu (20/2).

Hal senada diucapkan salah seorang mahasiswa asal Desa Keude Panga. Menurutnya, bau limbah tersebut sampai tercium hingga ke Keude Panga. “Itu kalau baunya sampai Keude Panga juga tercium. Kalau malam, pasti ada baunya,” tukasnya. Untuk itu, masyarakat mengharapkan, Pemerintah Aceh Jaya bersikap tegas terhadap manajemen perusahaan agar dapat mengendalikan bau limbah PKS tersebut.

Membantah
Sementara itu, manajemen PT Syauqad membantah kalau limbah perusahaannya menimbulkan bau busuk yang mengganggu masyarakat di kawasan tersebut. Bantahan ini disampaikan oleh Manajer PT Syauqad, Usman Syahden didampingi Humas Jhonni kepada Serambi, Kamis (21/2). “Kita nanti coba pulang siap magrib dari sini, kita lihat sendiri benar bau atau tidak. Karena setelah kemarin itu, kita sudah melakukan upaya untuk meminimalisir bau,” jelas Usman.

Dia menegaskan, pihak dinas juga baru melakukan pemeriksaan dengan mengambil sampel limbah di perusahaan itu. “Baru hari Selasa (19/2) kemarin, diambil sampel dan disaksikan oleh Dinas Lingkungan hidup. Sampel yang diambil tersebut dibawa ke Baristan,” ulasnya. “Hasil terakhir, DOD sudah dibawah baku mutu, COD itu cuma 80 ppm lagi. Makanya ini diuji, kalau sudah baku mutu sesuai dengan Permen, maka bau itu tidak akan ada lagi,” jelasnya.

Meski begitu, tukas Jhonni, masyarakat boleh untuk menyampaikan secara langsung kepada perusahaan jika memang ada hal yang ingin dikeluhkan. “Kami sangat terbuka dengan masyarakat, jika memang ada silakan sampaikan kepada kami secara langsung,” tutup Humas PT Syauqad, Jhonni.(c52)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved