Harga Harley Davidson Dari Rp 600 Juta Jadi Rp 1,2 Miliar, Dealer Minta Pemerintah Turunkan Pajak

Pemerintah diminta menurunkan pajak barang mewah motor gede (moge) dari yang saat ini diberlakukan sebesar 125% dari harga motor

Harga Harley Davidson Dari Rp 600 Juta Jadi Rp 1,2 Miliar, Dealer Minta Pemerintah Turunkan Pajak
Tribunnews.com
authorized dealer Anak Elang Harley Davidson of Jakarta 

harga jual Harley Ultra yang semula pajak barang mewahnya masih sekitar 75%, harga jualnya hanya Rp 600 juta. Sekarang setelah pajaknya naik jadi 125%, harga jualnya jadi Rp 1,2 miliar.

"Lalu Harley Sportster, dulu harganya hanya Rp 200 juta sekarang jadi Rp 400 juta setelah pajaknya naik jadi 125%," katanya. "Sekarang pajak naik jadi 125%. Ini pajaknya jadi tidak masuk akal." keluhnya.

SERAMBINEWS.COM - Pemerintah diminta menurunkan pajak barang mewah motor gede (moge) dari yang saat ini diberlakukan sebesar 125% dari harga motor.

Besaran pajak itu dinilai terlalu tinggi hingga membuat penjualan motor gede kurang berkembang di Indonesia di tengah kondisi ekonomi yang kurang bagus saat ini.

"Kami menghadapi kondisi ekonomi ynag masih sulit, juga pajak yang masih tinggi. Ini yang membuat pemasaran motor besar seperti Harley Davidson masih terkendala," ungkap Sahat Manalu dari authorized dealer Anak Elang Harley Davidson of Jakarta dalam perbincangan dengan Tribunnews di sela perayaaan ulang tahun ketiga, di kawasan Kelapa Gading, hari ini Minggu (24/2/2019). 

Baca: Ditusuk 17 Kali hingga Paru-parunya Bocor, YouTuber Indonesia Ini Berhasil Selamat, Begini Nasibnya

Sahat mengatakan, pajak barang mewah untuk moge sudah naik berkali-kali.

Di masa lalu, misalnya di 2013, pajak untuk moge seperti motor Harley Davidson hanya 75%.

Kemudian pajaknya naik bertahap dan kini menjadi 125%.

Akibatnya, harga jual motor Harley baru oleh dealer resmi, seperti Anak Elang Harley Davidson of Jakarta menjadi kurang kompetitif.

"Tahun 2013 Mabua (dealer resmi Harley Davidson yang lama dan kini tutup) pernah jual 1.000 unit Harley dalam setahun. Sekarang setelah pajak barang mewahnya naik, Anak Elang hanya bisa menjual 80 unit sepanjang 2018 lalu. Dengan diler lain penjualan gabungan mungkin sekitar 150 unit. Ini penyebabnya bukan semata kondisi ekonomi tapi pajak yang terlalu tinggi," tegasnya.

Baca: Begini Kronologi dan Penyebab 18 Kapal Nelayan Terbakar di Jakarta Utara

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved