Pantai Pelangi Dibenahi

Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Pidie akan segera membenahi Pantai Pelangi

Pantai Pelangi Dibenahi
SERAMBI/M NAZAR
Warung di pinggir Pantai Kuala Pidie atau Pantai Pelangi, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Sabtu (23/2), masih kumuh. Tahun ini Pemkab akan membenahi Pantai Pelangi tersebut. 

* Pemkab Pidie Siapkan Anggaran Rp 3 M

SIGLI - Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disparbudpora) Pidie akan segera membenahi Pantai Pelangi, Kecamatan Kota Sigli pada tahun ini. Anggaran yang telah dipersiapkan, berumber dari DAK 2019 sebesar Rp 3 miliar, sehingga pantai akan lebih tertata baik.

Kepala Disparbudpora Pidie, Apriadi SSos, Sabtu (23/2) mengatakan anggaran untuk program pariwisata bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2019 mencapai Rp 3 miliar lebih. Dikatakan, untuk pembangunan 50 unit kios souvenir, gazebo dan lampu taman sebesar Rp 2,5 miliar.

“Selebihnya untuk pelatihan penguatan sumber daya manusia, terutama bagi pemandu wisata seperti rafting arung jeram Mane dan kita juga membina desa wisata,” ujarnya. Dikatakan, dana telah diusulkan melalui Kementerian Pariwisata untuk membenahi Pantai Pelangi, Pidie.

Kemudian, kawasan Mantak Tari dan Geunie di Kecamatan Tangse yang telah menjadi tujuan wisata Pidie. Namun, katanya, pihak Kementerian hanya mengabulkan Pantai Pelangi Sigli, karena dinilai persyaratan mencukupi, seperti kondisi masih kumuh.

Kekumuhan Pantai Pelangi yang berada di depan Pendopo Bupati Pidie akan diganti dengan berbagai fasilitas, tetapi warga atau pedagang mengganti dalam bentuk sewa. Afriadi menegaskan warung milik warga yang selama ini terkesan kumuh akan ditertibkan, tetapi tidak akan menghilangkan pendapatan masyarakat.

Dikatakan, pedagang bisa mencari pendapatan di Pantai Pelangi yang bersyariat dengan penataan yang indah, sehingga mampu menjadi destinasi wisata yang ramai dikunjungi.

“Jangan kita bicara wisata indah, tapi saat orang datang, wisata kita kumuh dan jorok. Penting sekali kita membangun kebersamaan untuk mewujudkan lokasi wisata bersih,” jelasnya. Dia menambahkan, pembangunan Pantai Pelangi direncanakan mulai dikerjakan pada Maret tahun ini, karena proses administrasi pelelangan telah selesai.

Afriadi menyatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada pedagang, terkait pembenahan Pantai Pelangi dan secara lisan disampaikan kepada Forkopimda Pidie.

“Forkopimda Pidie sangat mendukung dibangun Pantai Pelangi. Pantai tersebut bisa selesai dikerjakan saat pelaksanaan MTQ Aceh ke-34, sehingga banyak warga yang berkunjung ke pantai tersebut,” pungkasnya.

Kadisparbudpora Pidie, Apriadi menjelaskan warga tidak boleh memungut biaya di Pantai Mantak Tari, Kecamatan Simpang Tiga. Dia mengatakan selama ini ada warga yang mengambil dari wisatawan yang berkunjung ke pantai tersebut.

Dia menyebutkan, pengambilan biaya dari pengunjung pantai harus diatur dengan qanun atau perbup, yang nantinya bisa ditindaklanjuti dengan qanun gampong. “ Kita minta distop pemungutan di Pantai Mantak Tari,” tegasnya.

Ditambahkan, gapura di Pantai Mantak Tari yang telah selesai dikerjakan dan beberapa item lainnya, harus dijaga bersama. Dikatakan, adaa huruf di gapura tersebut telah tercabut, sehingga pemerintah harus memperbaikinya.

“Satu kali hingga dua kali huruf tercabut di gapura bisa kita perbaiki, tapi kalau sering kali tercabut, tidak mungkin diperbaiki. Proyek Mantak Tari dikerjakan menggunakan dana dari Pemerintah Provinsi, untuk itu kita harus merawat bersama,” ujarnya.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved