Anak Wajib Miliki Kartu Identitas

Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh akan memberlakukan aturan baru, di mana setiap anak berusia 0-17 tahun wajib

Anak Wajib Miliki Kartu Identitas
IST
EMILA SOVAYANA, Kepala Disdukcapil Banda Aceh

BANDA ACEH - Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh akan memberlakukan aturan baru, di mana setiap anak berusia 0-17 tahun wajib memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Kartu ini berfungsi sebagai bukti diri yang sah bagi penduduk berumur kurang dari 17 tahun.

Kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Banda Aceh, Dra Emila Sovayana kepada Serambi, Jumat (22/2) mengatakan, aturan itu mulai diberlakukan tahun ini. Bagi masyarakat yang ingin mengurus KIA, Emila meminta agar bersabar hingga awal Maret 2019. “Saat ini masih dalam tahap sosialisasi dan mempersiapkan semua perangkat pendukungnya. Kita akan melayani pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) pada awal Maret di Kantor Disdukcapil Banda Aceh,” kata Emila, di ruang kerjanya, di Balai Kota.

Dia menjelaskan, KIA merupakan program baru pemerintah pusat. Untuk tahap awal, khusus di Aceh ada sepuluh kabupaten/kota yang menjadi pilot project program tersebut, yaitu Banda Aceh, Aceh Besar, Sabang, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Pidie, dan Pidie Jaya.

Menurut Emila, KIA memberikan banyak manfaat bagi pemiliknya. Selain sebagai tanda pengenal yang sah, juga sebagai persyaratan pendaftaran sekolah, untuk keperluan transaksi keuangan, pelayanan kesehatan, dan memudahkan dalam pembuatan dokumen keimigrasian. “Apabila si anak melakukan perjalanan keluar, sudah safety (aman) lah karena dia sudah ada kartu pengenal. KIA juga dapat mencegah terjadinya trafficking (perdagangan manusia), karena di KIA sudah jelas siapa orang tuanya,” jelasnya.

Emila menambahkan, syarat pengurusan KIA sangat mudah. Setiap orang tua hanya mengantarkan foto kopi kartu keluarga (KK) dan kartu akte bagi anak berusia 0-5 tahun. Bagi anak usia 5-17 tahun kurang sehari syaratnya juga sama, hanya saja menambah pas foto ukuran 4x6 sebanyak satu lembar.

Kartu tersebut hanya berlaku lima tahun sebagaimana di atur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 96 Tahun 2018 yang merupakan turunan Undang-Undang (UU) Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Emila menyatakan, mengurus KIA untuk memenuhi hak sipil anak sebagai warga negara, sama seperti memiliki kartu tanda pengenal (KTP) bagi warga berusia 17 tahun ke atas. Kepemilikan kartu identitas ini untuk memudahkan si anak saat berusan dengan administrasi.

Kepala Disdukcapil Banda Aceh, Emila Sovayana juga menyampaikan, selain meminta orang tua untuk mengurus kartu identitas anak (KIA), pihaknya juga akan bekerja sama dengan sekolah-sekolah yang ada di Banda Aceh agar semua murid SD kelas VI dan pelajar SMP kelas III untuk mengurus KIA.

“Anak-anak SD kelas 6 yang akan masuk SMP dan anak kelas 3 SMP yang akan masuk SMA, itu yang sangat kita utamakan karena mereka ketika masuk sekolah baru akan diminta KIA. Jadi kita jemput bola, agar ketika dibutuhkan nanti para siswa tidak lagi mengurus di waktu kepepet,” katanya.

Sementara bagi anak-anak lain, diharapkan bisa diurus oleh orang tuanya di Kantor Disdukcapil. “Karena kartu ini memberikan kemudahan bagi anak-anak dan orang tua. Jika tidak diurus, maka akan menyusuhkan anak itu sendiri ke depan karena pemberlakuannya diterapkan secara nasional,” pungkasnya.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved