PT PIM Akhirnya Beli Pabrik AAF, Proses Negosiasi Berlangsung Alot, Ini Harga yang Disepakati

– PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) mulai mengembangkan nilai investasi dengan membeli Pabrik Asean Aceh Fertilizer (AAF) pada 31 Desember 2018.

PT PIM Akhirnya Beli Pabrik AAF, Proses Negosiasi Berlangsung Alot, Ini Harga yang Disepakati
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
Direktur Utama PIM, Huzni Achmad Zaki menyampaikan soal pembelian aset Pabrik Asean Aceh Fertilizer (AAF) dalam pertemuan dengan awak media, Senin (25/2/2019) dalam rangkat HUT ke-37 di kompleks perusahaan tersebut. 

Laporan Jafaruddin | Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) mulai mengembangkan nilai investasi dengan membeli Pabrik Asean Aceh Fertilizer (AAF) pada 31 Desember 2018.

Selain itu dalam waktu dekat PIM juga akan membangun Pabrik Natrium Phospor dan Kalium (NPK) Rp 1 triliun.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PIM, Huzni Achmad Zaki menjawab Serambinews.com dalam pertemuan media, Senin (25/2) dalam rangkat HUT ke-37 di Kompleks perusahaan tersebut.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Direktur Produksi Teknik dan Pengembangan Pranowo, Tri Nusantoro Direktur Komersil Rochan Syamsul Hadi dan Direktur SDM & Umum Usni Syafrizal pejabat PIM lainnya.

“Prosesnya cukup panjang, Alhamdulillah lebih clear skemanya dari likuidator. Bahwa Ada kajian dari Jam Datun (Jaksa Agung Muda Perdata Tata Usaha Negara) untuk memberikan hasil yang optimal bagi AAF, yang paling ideal itu dijual kepada Pupuk Iskandar Muda. Jadi tidak melalui skema ditender seperti yang dulu,” ujar Husni dalam pertemuan tersebut.

Baca: Kuota Pupuk Dikurangi, Mahasiswa Demo PT PIM

Baca: Demo PT PIM, Mahasiswa Sorot Kelangkaan dan Pengurangan Kuota Pupuk Bersubsidi di Aceh Utara

Baca: PT PIM Bangun Prabik NPK Rp 1,6 T

Baca: PT PIM Bangun Investasi Baru Rp 3,4 T di KEK Arun

Disebutkan, setelah ada second opinion (pendapat kedua) dari Jam Datun dan Likuidator, lalu Pupuk Indonesia yang mendapat kuasa, karena memiliki saham mayoritas dari pemegang saham lainnya menjual pabrik tersebut.

Tentu penjualan tersebut setelah mendapat izin semua pihak dari konsorsium.

“Jadi saat penentuan harga lumayan alot,” ujar Dirut PIM.

Karena lanjut Husni, harga tersebut minimal harus cukup untuk AAF guna melunasi utang pada Pupuk Indonesia, PIM dan Pemerintah Indonesia.

Jika ditotal utang AAF lebih dari Rp 600 miliar.

“Di angka tersebutlah akhirnya terjadi kesepakatan dan mendapat pesertujuan dari pemegang saham serta komisaris PIM, kami membeli AAF dengan harga Rp 624 miliar,” ujar Husni. (*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved