Eks GAM Polisikan Sandiaga Uno

Sekitar 12 orang yang mengaku sebagai eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dari Kabupaten Bener Meriah

Eks GAM Polisikan Sandiaga Uno
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Dua kuasa hukum eks kombatan GAM wilayah Bener Meriah, Muhammad Reza Maulana SH dan Denni Arie Mahesa SH saat beraudiensi di Mapolda Aceh sebelum melapor kasus tudingan penguasa lahan Prabowo oleh GAM di Mapolda Aceh, Senin (25/2/2019). SUBUR DANI 

BANDA ACEH - Sekitar 12 orang yang mengaku sebagai eks kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dari Kabupaten Bener Meriah melaporkan calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno ke Polda Aceh, Senin (25/2). Sandiaga dilapor terkait pernyataannya tentang lahan Prabowo yang dimanfaatkan eks GAM.

Amatan Serambi, sekitar 12 eks kombatan GAM datang ke Polda Aceh sekira pukul 15.00 WIB. Mereka langsung naik ke lantai dua gedung Mapolda Aceh. Para eks kombatan ini didampingi dua kuasa hukum mereka, Muhammad Reza Maulana SH dan Denni Arie Mahesa SH.

Mereka sempat melakukan audiensi dan diterima oleh Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Supriyanto Tarah di ruang vidcon Mapolda Aceh. Selain melaporkan Sandiaga, para eks kombatan GAM dari wilayah Linge itu juga melapor Juru Bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simajuntak dalam aduan yang sama, terkait stateman lahan Prabowo yang katanya dikuasai eks GAM.

“Ada dua targetnya, Dahnil dan Sandiaga sendiri, karena keduanya ini bicara eks kombatan kemudian menggunakan lahan Prabowo, dan faktanya itu tidak benar,” kata Muhammad Reza Maulana SH kepada awak media di Mapolda Aceh.

Dia mengatakan, eks kombatan GAM di wilayah Bener Meriah atau wilayah Linge (dulu masuk wilayah Aceh Tengah) merasa dirugikan dengan pernyataan Dahnil dan Sandiaga tersebut. “Kami mewakili teman-teman eks kombatan ingin klarifikasi dan menempuh jalur hukum supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari,” katanya.

Muhammad Reza Maulana mengatakan, mereka menganggap apa yang telah disebutkan oleh Dahnil dan Sandiaga adalah pelanggaran UU ITE. “Dia menyebutkan itu di transaksi elektonik dan memang sudah kita baca,” pungkasnya.

Dalam pelaporan kemarin, para eks GAM didampingi kuasa hukum juga berkonsultasi pelaporan kasus tersebut dengan pihak Dit Reskrimsus dan Dit Reskrimum. Kasus itu akan dilapor ke dua direktorat tersebut.

Sementara itu, mantan komandan peleton raja muda daerah III wilayah Linge, Joni Suryawan mengatakan, pihaknya menilai pernyataan Sandiaga dan Dahnil adalah fitnah dan hoaks. “Yang jelas kami merasa dirugikan, karena apa yang disampaikan itu tidak pernah kami terima dan itu fitnah dan hoaks, dampaknya luar biasa bagi kami,” katanya.

Dia mengatakan, adanya pernyataan itu, seolah-olah selama ini masyarakat menganggap bahwa benar eks GAM menguasai lahan, padahal kata Joni, faktanya itu tidak benar. “Kami tidak tahu, yang jelas itu adalah fitnah, itu bohong besar, yang kita tahu memang tidak ada, kalau kebun kami punya keluarga. Ini tidak ada urusan dengan politik. Kalau berpolitik silakan, tapi jangan rugikan kami,” pungkasnya.(dan)

Sementara itu, Wakapolda Aceh, Brigjen Pol Supriyanto Tarah sesuai menerima audiensi para eks kombatan GAM tersebut mengatakan, laporan yang disampaikan oleh eks GAM dari wilayah Linge tersebut adalah pelaporan biasa yang disampaikan oleh masyarakat.

“Ini laporan seperti masyarakat biasa. Mereka punya hak untuk melaporkan, kebetulan pelaporan ini berkaitan dengan hal yang sudah viral, mereka lapor karena viral dari media,” kata Supriyanto Tarah.

Untuk itu, polisi dalam hal ini sama seperti menerima laporan masyarakat lainnya yang datang ke Polda Aceh bahwa laporan itu akan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya. “Ini laporan biasa, karena ini memang mantan-mantan kombatan dan harus kita tampung, nanti dikoordinasikan dengan tim dari Dir Reskrimum sebelum ditindaklanjuti,” pungkas Wakapolda Aceh itu.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved