Breaking News:

Ini Motif yang Melatarbelakangi Pembunuhan Pedagang Nasi di Banda Aceh

Pengakuan Is yang baru bekerja selama dua bulan bersama korban, kepada penyidik tersangka Is mengaku sering dimaki oleh pasutri itu pada saat bekerja.

Penulis: Misran Asri | Editor: Yusmadi
SERAMBINEWS.COM/HARI MAHARDIKA
Pelaku pembunuhan pasutri pedagang nasi, Is (30) saat digiring ke Polresta Banda Aceh, Selasa (26/2/2019). 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Motif pembunuhan yang dilakukan Is (30) pemuda asal Tanah Jambo Aye, Aceh Utara--sebelumnya tertulis Pantolabu--dilatarbelakangi sakit hati terhadap M Nasir (50) dan istrinya Roslina (47) pedagang nasi pecal di Jalan T Iskandar Gampong Lamteh, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Selasa (26/2/2019) pagi.

Pengakuan Is yang baru bekerja selama dua bulan bersama korban, kepada penyidik tersangka Is mengaku sering dimaki oleh pasutri itu pada saat bekerja.

Sehingga akumulasi kekecewaan itu pun diluapkan tadi pagi, sekitar pukul 03.30 WIB, dengan cara pelaku merengsek masuk secara paksa ke kamar pasutri itu dan membacok serta menikam pasutri itu.

Korban M Nasir dan istrinya Roslinda mengembuskan nafas terakhir saat dalam perjalanan menuju ke RSU Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Pernyataan itu disampaikan Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH yang turut didampingi Kasat Reskrim, AKP M Taufiq SIK serta Kapolsek Ulee Kareng, AKP Mawardi SE MM, Selasa (26/2/2019) dalam konferensi pers di Mapolresta Banda Aceh.

Baca: BREAKING NEWS - Suami Istri Pedagang Nasi di Banda Aceh Tewas Bersimbah Darah

Baca: Anggota Jatanras Polda Dikeroyok dan Ditusuk 15 Preman saat Kejar DPO Kasus Pembunuhan

Baca: Hubungan Sesama Jenis Picu Pembunuhan Sadis, Jasa Tak Dibayar dan Cangkul Maut, Ini Kronologinya

Baca: Setelah Otaki Pembunuhan Suami, Jamaliah Menyamar

"Tersangka memang sudah merencanakan pembunuhan itu. Bukan terjadi secara kebetulan. Pemicunya, selama bekerja dengan korban, tersangka merasa sakit hati. Pengakuan tersangka dia sering dimaki saat bekerja," ungkap Kombes Trisno.

Menurut Kapolresta, dari pembunuhan itu belum diperoleh motif lainnya, seperti mengambil harta korban dan sebagainya.

"Karena pada saat pelaku ditangkap, petugas tidak membawa apa-apa barang milik korban. Jadi, sejauh ini, keterangan pelaku, dia melakukan pembunuhan itu dilatarbelakangi sakit hati pada pasutri itu," pungkas Kombes Trisno. (*)

Berita selengkapnya baca Harian Serambi Indonesia, edisi Rabu (27/2/2019).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved